Uji Kompetensi Keahlian Ini Jadi Bekal Kerja Siswa

162
Siswa SMKN 1 Sewon mengikuti Uji Kompetensi Keahlian (UKK) selama empat hari dan disaksikan langsung Kepala Sekolah Dra Sudaryati Mpd.(sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sebanyak 484 siswa kelas XII SMKN 1 Sewon mengikuti Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) tahun 2018 selama empat hari yang berakhir, Rabu (21/02/2018). Para siswa terbagi dalam empat keahlian yakni akomodasi perhotelan dan perjalanan wisata, keahlian kulier (jasa boda dan pastry), tata kecantikan kulit dan rambut serta Teknik Jaringan Komputer (TJK).

Saat praktek para siswa nampak bersungguh-sungguh melaksanakan sesuai dengan bidang keahlian mereka. Karena memang di SMKN 1 Sewon segala peralatan untuk praktek telah di setting sesuai dengan standar internasional. Untuk praktek hotel laksana berada di hotel berbintang, semua ditata seperti pada dunia kerja sesungguhnya.

Begitupun untuk praktek memasak dan pembuatan kue, alat yang digunakan juga sesuai standar di restoran pada umumnya. Begitupun menu yang disajikan juga sudah laksana menu restoran sesunguhnya berikut dengan tata cara penyajiannya.

Baca Juga :  Sri Iswanti Diceburkan ke Sumur Saat Pingsan

Untuk tata kecantikan baik kulit ataupun rambut, para siswa praktek langsung bak perias profesional ‘menyulap’ model masing-masing menjadi begitu cantik dan menawan. Khusus untuk rambut para siswa praktek menata, memotong dan mengeriting.

Dra Sudaryati Mpd Kepala Sekolah SMKN 1 Sewon didampingi Wakasek Bidang Humas Dra Suwantini mengatakan untuk keperluan UKK mereka menggunakan tim penilai dari Lembaga Sertifikasi Profesi 3 yakni dari Dunia Usada Dunia Industri (DUDI) ataupun LSP 1 yakni dari Satuan Pendidikan DIY. Selanjutnya bagi mereka yang lolos uji komptensi akan mendapatkan sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang bisa digunakan di dunia kerja.

“Jika siswa tidak lulus, maka berhak mengikuti UKK perbaikan. Namun selama ini kami selalu lulus 100 persen Alhamdulillah,” kata Dra Sudaryati Mpd kepada koranbernas.id di lokasi.

Baca Juga :  Sastra Jawa Perlu Terus Didukung

Karena memang sekolah yang baru saja meraih predikat terbaik DIY untuk Lomba Sekolah Sehat (LSS) DIY itu selalu mengutamakan kualitas pendidikan dan juga menyediakan tempat praktek yang selalu up date dengan dunia kerja. Sehingga lulusan SMKN 1 Sewon, memiliki standar keahlian sesuai dengan apa yang dibutuhkan dunia kerja.

Sementara Ratna salah satu peserta UKK yang sedang melakukan pengeritingan rambut mengatakan, setidaknya dibutuhkan waktu enam jam untuk mulai melakukan ujian dari memotong, merawat dan mengeriting.

“Saya sedang melakukan pengeritingan dalam ujian ini. Cukup lama enam jam, dan saya mulai tadi jam 08.00 WIB,” ujarnya. (yve)