Umur Kabupaten Kebumen Bertambah 295 Tahun

142
Pelaksana Tugas Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz didampingi Ketua DPRD Kebumen H Cipto Waluyo dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kebumen menekan tombol sirine, tanda Hari Jadi Kebumen baru (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Umur Kabupaten Kebumen resmi bertambah secara mendadak menjadi 301 tahun, setelah Sabtu (18/08/2018) malam, Pelaksana Tugas Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz,  me-launching Hari Jadi Kabupaten Kebumen yang baru.

Launching yang bersamaan dengan resepsi HUT ke-73 RI di Alun-alun Kebumen itu ditandai pemutaran video dokumenter, penekanan tombol sirine dan dilanjutkan pesta kembang api. Kembang api senilai Rp 10 juta itu hampir 10 menit menghiasi Alun Alun Kebumen.

Hadir pada launching itu Ketua DPRD Cipto Waluyo, Dandim 0709 Kebumen Letkol Kav Suep, Pejabat Sekda Kebumen Mahfudz Fauzi, serta pejabat di jajaran Pemkab Kebumen.

Peluncuran Hari Jadi Kabupaten Kebumen yang baru itu berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 3 Tahun 2018 tentang Hari Jadi Kabupaten Kebumen.

Baca Juga :  Santri Jaga Perdamaian NKRI

Selama 28 tahun, hari Jadi Kabupaten Kebumen dihitung dari 1 Januari 1936, kini diubah menjadi 21 Agustus 1629. Sehingga, mulai 21 Agustus 2018 Kabupaten Kebumen genap berusia 389 tahun.

Yazid Mahfudz berharap dengan hari jadi yang baru masyarakat Kebumen bangga dan cinta terhadap daerahnya.

Masalah pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, yang belum sesuai target, menjadi perhatian pembangunan ke depan. “Sehingga dapat membangun masa depan daerah menjadi lebih baik,” kata Yazid Mahfudz.

Pada pemutaran video dokumenter, diketahui cikal bakal berdirinya Kabupaten Kebumen tak terpisahkan dari sosok Kiai Brodonolo.

Sosok kepahlawanan Kiai Brodonolo yang berperan penting dalam membantu Sultan Agung ketika hendak menyerang kolonial Belanda di Batavia.

Baca Juga :  Ini Dia Cantik Ala Dian Sastro di Era Milenial

Kiai Bodronolo merupakan utusan kerajaan Mataram yang diberi amanah oleh Sultan Agung untuk mempersiapkan perbekalan logistik bagi prajurit Mataram yang akan berperang melawan kolonial Belanda.

Mendapat titah dari Sultan Agung, Kiai Brodonolo menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan memusatkan perbekalan logistik di wilayah Panjer Kebumen.

Atas jasanya tersebut Sultan Agung memberikan penghargaan kepada Kiai Brodonolo sebagai Kiai Ageng Gede Panjer sekaligus diberikan kekuasaan sepenuhnya untuk memimpin wilayah Panjer.

Mendasari kisah sejarah kepahlawanan Kiai Brodonolo maka Pemerintah Kabupaten Kebumen melakukan penelusuran, penelitian dan pengkajian yang mendalam sebelum  ditetapkannya hari jadi Kabupaten Kebumen yakni 21 Agustus 1629. (sol)