UMY Bebaskan Mahasiswi Bercadar

668
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UM). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Kebijakan UIN Sunan Kalijaga (Suka) yang melarang mahasiswinya bercadar karena disinyalir terjerat paham radikal ternyata tak diikuti kampus-kampus lain. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) misalnya, kampus tersebut tidak mempermasalahkan mahasiswinya yang mengenakan cadar saat berkuliah.

UMY mengklaim hanya mengatur mahasiswa mereka dalam berbusana muslim. Mengenakan cadar dianggap merupakan pilihan dari masing-masing mahasiswi.

“Kita tidak menyinggung mengenai cadar, karena cadar adalah pilihan pribadi. Karena itulah UMY berupaya tidak berurusan dengan keputusan bercadar atau tidak,” ujar Rektor UMY, Dr Ir Gunawan Budiyanto MP, Selasa (06/03/2018).

Gunawan mengungkapkan, UMY lebih memilih memberikan pemahaman yang lebih komperehensif kepada mahasiswanya. Untuk mengantisipasi masuknya paham radikal, UMY menyelenggarakan Orientasi Studi Dasar Islam (OSDI) bagi mahasiswa baru mereka. Mahasiswa semester pertama juga wajib mengikuti Kajian Intensif Al Islam(KIAI) di masing-masing fakultas.

Baca Juga :  Sepuluh Desa Dipantau karena Stunting Gizi Buruk

“Kalau absen pada tahun pertama maka wajib ikut tahun depan karena kegiatan ini jadi salah satu syarat pendaftaran wisuda,” ungkapnya.

Sementara Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan AIK UMY, Hilman Latief PhD

, menjelaskan, UMU terus memantau segala kegiatan mahasiswa. Kampus tersebut juga melakukan pendampingan untuk mengantisipasi indikasi radikalisme.

“Saat di dalam kelas juga sudah kelaziman untuk berkomunikasi terbuka, ada diskusi, presentasi dan lain-lain,” imbuhnya.(yve)