UMY Makin Terbiasa dengan Suasana Internasional

313
Prof Yunahar Ilyas menyampaikan amanat pada Rapat Senat Terbuka Laporan Tahunan Rektor & Pidato Milad ke-37 UMY Tahun 2018,  Rabu (18/04/2018), di Gedung AR Fachrudin B Lantai 5. (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS – Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr Ir Gunawan Budiyanto MP menyatakan, saat ini UMY akan fokus pada peningkatan bidang akademik dan relasi antarnegara.

“Harapannya ke depan, mahasiswa dan dosen UMY semakin terbiasa dengan suasana internasional. Mahasiswa tidak ragu-ragu lagi mengikuti kompetisi internasional. Kami juga berharap peningkatan kualitas dan kuantitas mahasiswa asing yang kuliah di UMY, minimal harus 350 orang per tahun dan visiting profesor minimal 40 orang per tahun,” ungkapnya, Rabu (18/04/2018).

Pada Rapat Senat Terbuka Laporan Tahunan Rektor & Pidato Milad ke-37 Tahun 2018 di Gedung AR Fachrudin B Lantai 5 itu, lebih lanjut  Gunawan Budiyanto menyampaikan apabila ingin menghadapi dunia yang semakin terbuka dan global secara otomatis kampus yang memiliki 20 ribu lebih mahasiswa ini harus meningkatkan frekuensi dan relasi dengan pakar-pakar dari bangsa lain.

Pada bidang akademik, lanjut dia, joint riset, double degree dan joint seminar harus lebih digalakkan. “Kemudian kita mampu mendongkrak karangan ilmiah dari para dosen supaya lebih banyak muncul di jurnal internasional,” tuturnya.

Sebagai gambaran, saat ini UMY memiliki 148 doktor, sedangkan 104 orang masih sekolah dan diharapkan pulang membawa ijazah sehingga menambah jumlah angka doktor yang dimiliki kampus itu. Khusus untuk penelitian, setidaknya kampus ini sudah menyediakan anggaran sebesar Rp 5 miliar.

“Oleh karena itu, dalam Milad ini kami mengambil tema One Step Beyond bukan one step forward. Karena kami ingin akselerasi dari yang biasa orang lakukan. Pada 2020 UMY berkomitmen menjadi international reputable university. Sampai saat ini UMY terus meningkatkan kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi bergengsi di luar negeri seperti dari Taiwan, Korea dan Eropa,” paparnya.

Suasana Rapat Senat Terbuka Milad ke-37 UMY. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Ketua PP Muhammadiyah, Prof Dr Yunahar Ilyas dalam amanatnya menyatakan milad ke-37 UMY diharapkan makin membuat jajaran kampus ini dewasa. “Usia 37 tahun ini sudah dewasa, sudah punya anak empat atau lima,” kelakarnya.

Namun jika dibandingkan dengan Universitas Al Azhar di Mesir, UMY masih sangat muda ibaratnya setingkat PAUD karena Al Azhar sudah berusia di atas seribu tahun.

“37 tahun. Muda mendunia…. Nggak sampai akhirat,” guraunya disambut tawa para tamu undangan dari berbagai kampus, instansi pemerintah dan swasta serta TNI dan Polri.

Yang pasti Prof Yunahar bersyukur UMY sebagai universitas papan atas semakin maju. “Jika perguruan tinggi Muhammadiyah maju maka persyarikatan juga maju.

Dia juga mendorong kampus-kampus PTM untuk berbisnis yang hasilnya digunakan untuk membayar subsidi SPP mahasiswa. “Bisnis apa saja. Tidak perlu yang besar-besar, misalnya pom bensin (SPBU),” kata dia.

Berbicara soal pengiriman mahasiswa ke Timur Tengah, dia mengakui ada kendala keamanan di negara tujuan. “Sekarang di Timur Tengah di mana negara yang aman. Mesir tenang tapi dipaksakan tenang.  Yaman dan Suriah perang. Memulai perang itu mudah tetapi yang sukar untuk mengakhiri perang,” paparnya.

Karena itu, pihaknya mendorong upaya pemindahan pusat-pusat pembelajaran dari Timur Tengah ke Indonesia. “Sebenarnya kita bisa pindahkan pelajaran bahasa Arab di Indonesia. Yang sudah buka dari Arab Saudi di Jakarta,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah Arab Saudi, Dr Mohamad Hery Saripudin MA, menyampaikan pidato milad. “Sungguh, merupakan kehormatan bagi saya diundang di salah satu universitas terkemuka di Indonesia, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, untuk berbagi informasi dan pemikiran mengenai upaya peningkatan hubungan kerja sama Indonesia-Arab Saudi,” kata dia. (sol)