UMY Sebar Dosen ke Luar Negeri

87
Rektor UMY Dr Ir Gunawan Budiyanto MP menyampaikan paparannya pada acara Media Gathering & Buka Puasa Bersama Pimpinan UMY, Minggu (03/06/2018). (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyebar dosen dan mahasiswa ke luar negeri. Melalui kerja sama internasional, mereka mengikuti tugas belajar pada 23 perguruan tinggi di berbagai negara.

“Penyebaran dosen dan mahasiswa ke 23 perguruan tinggi di luar negeri ini untuk modal memantapkan atmosfer internasional,” ungkap Dr Ir Gunawan Budiyanto MP, Rektor UMY pada acara Media Gathering & Buka Puasa Bersama Pimpinan UMY, Minggu (03/06/2018), di Hotel Phoenix Yogyakarta.

Menurut dia, langkah UMY ini merupakan bagian dari langkah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) maupun perdagangan bebas (AFTA). “Yogyakarta tidak merasa berkecil hati menjadi bagian dari networking sistem edukasi global,” tandasnya.

Sebab, untuk menghadapi keduanya tidak bisa hanya bergerak di dalam negeri saja. Apalagi, Indonesia merupakan market terbesar setelah China dan India.

Baca Juga :  Ribuan Peleri Melintas di Sejumlah Destinasi Kulonprogo

Delapan tahun silam, Gunawan Budiyanto sudah menyampaikan konsep serta strategi menghadapi MEA dan AFTA di hadapan jajaran Pemda Riau. Sekarang ini terbukti, tanpa gerakan di luar negeri akhirnya daerah itu hanya menjadi penonton saja.

Idealnya, AFTA dan MEA jangan hanya digelindingkan dan disikapi secara latah. Dengan kata lain, perlu langkah-langkah kongkret. “MEA hanya enak diseminarkan tapi tidak enak dihadapi. Kita harus berada di luar negeri, kalau tidak maka kita jadi penonton,” tambahnya.

Menurut dia, secara skill atau kemampuan sumber daya manusia Indonesia tidak kalah bersaing dengan luar negeri. Persoalannya hanya kendala penguasaan bahasa asing.

“Kita harus bisa menyiapkan tenaga ahli yang supel. Kelemahan kita ada pada kendala bahasa. Skill para TKI di Korea Selatan tidak kalah bahkan mampu menjadi operator mesin yang mereka tidak pernah membayangkan sebelumnya,” katanya mencontohkan.

Baca Juga :  Seniman Menari di Monumen Tugu Jogja

Karena itu, pihaknya akan terus menciptakan atmosfer internasional di kampus tersebut, antara lain melalui gelaran 21 event internasional serta mengirimkan pakar ke luar negeri atau mendatangkan dari luar negeri. Saat ini terdapat 15 orang dosen UMY sedang studi S-3 di Taiwan.

Dalam kesempatan itu, Gunawan Budiyanto menyampaikan apresiasi untuk media yang sudah memberikan dukungan sosialiasi program-program UMY.

“Mudah-mudahan kerja sama ini memberi nilai dan manfaat yang baik,” kata Gunawan seraya menginformasikan pada 10- 13 Juli 2018 UMY dipercaya oleh Kemenristek Dikti sebagai tuan rumah kontes robot Indonesia. (sol)