UNBK Lancar, Enam SMK Terpaksa Gabung Sekolah Lain

142
Bupati Bantul, Drs H Suharsono melakukan pemantauan UNBK di SMKN 1 Sedayu saat ujian hari pertama, Senin (2/4/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk jenjang SMK di Kabupaten Bantul yang dimulai Senin (2/04/2018) bisa berjalan lancar dan siswa mendapatkan nilai terbaik. Namun enam SMK terpaksa gabung ke sekolah lain dalam UNBK kali ini.

Kepala UPT Dikmen Bantul, Suhirman mengatakan untuk UNBK bagi jenjang SMK dilaksanakan hingga 5 April mendatang. Jumlah siswa yang mengikuti UNBK tahun 2018 sebanyak 11.532 siswa. Rincianya untuk SMK diikuti 5.573 siswa, SMA sebanyak 4.487 siswa dan MA 1.472 siswa.

Untuk UNBK jenjang SMK ada 6 sekolah yang bergabung karena kurang dari batas limit sekolah penyelenggara UNBK. Enam SMK tersebut adalah SMK Santo Paulus Sedayu bergabung dengan SMK Putra Tama Bantul, SMK Indonesia YIPK bergabung dengan SMKN Pleret, SMK-SPP Buana Karya Bantul bergabung dengan SMKN 1 Pandak, SMK Dharma Bhakti Sedayu bergabung dengan SMK 17 Bantul, SMK Kesehatan Nuzula Husada Srandakan bergabung dengan SMK Ar Rahmah Srandakan dan SMK Teknologi Bantul bergabung dengan SMKN 1 Sanden.

Baca Juga :  Pasangan M Khadziq-Heri Ibnu Wibowo Unggul

Sedangkan dari pantauan di posko UNBK Balai Dikmen Bantul hingga selesainya UNBK hari pertama tdak ada kendala yang ditemukan. Semua berjalan lancar.

Sementara Bupati Bantul Drs H Suharsono berharap semua siswa bisa mematuhi segala aturan yang berlaku.

“Saya ingin sebelum UNBK ini dilaksanakan, peraturan ataupun tata tertib bisa dibacakan . Sehingga semua peserta memahaminya,” kata Bupati saat meninjau UNBK di SMKN Sedayu, Bantul.

Kedatangan bupati disertai oleh Sekda Drs Riyantono Msi serta komisi D DPRD Bantul dan pejabat terkait. Sementara nampak menyambut kedatangan bupati adalah Camat Sedayu Drs Fauzan Muarifin, Panit 1 Binmas Polsek Sedayu Iptu Agus Supraja SH, koramil 02/Sedayu, Kepala SMKN Sedayu Andi Premiriananto Mpd, serta Lurah Desa Argomulyo Bambang Sarwono.

Baca Juga :  Ada Pernyataan “Kita Harus Bergerak” di Puncak Milad IMM

“Sebenarnya untuk ujian setingkat SMA atau SMK ini menjadi kewenangan provinsi. Namun sebagai bupati, saya punya tanggung jawab moral untuk bisa ngaruhke siswa didik ini karena mereka berada di Bantul” kata Bupati.

Sementara Andi Premiriananto menjelaskan jika hari pertama UNBK mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia. Jumlah siswa yang mengikuti UNBK tercatat 355 siswa, terdiri laki-laki 316 anak dan perempuan 39 anak.

Untuk UNBK dibagi dalam dua sesi jam 08.00-09.30 WIB untuk sesi pertama dan jam 10.30 WIB-12.30 WIB untuk sesi kedua.

“Hari ini tidak ada yang ijin, semua siswa mengikuti ujian,” jelasnya.(yve)