Undang Konsumen dan Warga Bukber, Pengembang Komitmen Godean Jogja Hills Selesai Akhir Tahun

1210
Konsumen melihat unit rumah yang sudah selesai dibangun di Dusun Jering Godean, Minggu (10/06/2018). (Surya Mega/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID—Pihak pengembang perumahan MBR Godean Jogja Hills, berkomitmen untuk merampungkan pembangunan dan melakukan serah terima unit ke konsumen pada akhir tahun 2018. Saat ini, 200 dari 600 unit rumah tahap pertama sudah hampir selesai dibangun. Sedangkan unit-unit lain juga sudah dalam proses pembangunan.

Drektur Utama PT Dewi Sri Sejati, Alim Sugiantoro mengatakan, pihaknya mulai membangun rumah MBR setelah mendapatkan Izin Pemanfaatan Tanah (IPT) dari Pemkab Sleman. Dia memberikan apresiasi, atas dukungan pemkab terhadap program pemerintah pusat dalam menyediakan rumah bersubsidi layak huni untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

“Sejauh yang saya tahu, baru kami yang membangun rumah subsidi di wilayah Sleman. Lokasinya juga terjangkau karena masuk wilayah Godean,” kata Alim, disela-sela acara buka puasa bersama, Minggu (10/06/2018). Selain konsumen, acara buka puasa ini juga mengundang warga sekitar dan 250-an anak panti asuhan di Sleman.

Alim mengatakan, konsumen dan calon konsumen saat ini sudah dapat melihat gambaran utuh dari rumah yang dibangun di Dusun Jering, Sidorejo, Godean ini. Ada unit rumah yang sudah selesai dbangun dengan pengembangan di bagian depan, belakang maupun bagian dalam rumah. Dan ada pula yang masih sesuai spesifikasi aslinya.

Baca Juga :  Gelar Gathering, Clipan Finance Beri Penghargaan

Demikian juga untuk sejumlah fasilitas yang dijanjikan seperti sejumlah taman, dan lokasi wisata, mulai bisa dilihat bentuknya.

“Saya ingin konsumen menyaksikan sendiri apa yang sudah kami bangun dan siapkan. Bahkan, hampir setiap hari, lokasi ini menjadi jujugan banyak anak muda untuk sekadar melihat view atau ber selfie,” lanjutnya.

Alim Sugiantoro secara simbolis menyerahkan bingkisan untuk anak yatim dari panti asuhan di Sleman. (Surya Mega/koranbernas.id)

Sebelumnya diberitakan, pihak pengembang, akan membangun rumah subsidi tahap pertama sebanyak 600 unit. Tidak menutup kemungkinan, setelahnya akan dibangun lagi rumah sejenis, mengingat tingginya permintaan masyarakat terhadap rumah bersubsidi.

“Kami masih mempunyai lahan luas di sekitar lokasi ini. Harapannya, masih ada kesempatan untuk membangun rumah bagi masyarakat yang selama ini belum mampu menjangkau harga rumah di Sleman yang cukup tinggi,” kata Alim.

Pakar geologi dari UPN Yogyakarta, Dr Jatmiko Setiawan selaku konsultan mengatakan, pihaknya sudah melakukan kajian mendalam terkait pembangunan rumah di Jering, dengan memapras bukit. Kajian yang dilakukannya mengungkapkan, pembangunan rumah di Jering ini secara teknis aman karena dibangun diatas batuan deorit.

Baca Juga :  Yogyakarta Kekurangan 110 Ribu Rumah

Bantuan deorit, adalah batuan dari bekas lava gunung berapi yang telah berusia puluhan juta tahun. Batuan ini sangat kokoh, sehingga uji lab yang dilakukannya, tanah batuan setebal 10 cm, mampu menahan beban hingga 200 kilogram.

Yang lebih menarik, batuan deorit seperti d Jering, saat ini baru bisa ditemui di kawasan ini. Sehingga secara tidak langsung, pihaknya menemukan laboratorium alam yang ke depan akan menjadi tempat penelitian dan studi yang sangat baik bagi mahasiswa.

“Saya juga sudah memastikan rekomendasi kami untuk pihak pengembang, sudah dilakukan semuanya. Ke depan, kami akan terus melakukan monitoring setiap bulan ke kawasan ini,” tandasnya.

Pengamatan di lapangan, saat ini sejumlah blok terlihat sudah selesai dibangun, terutama di blok bagian tengah. Sedangkan terkait fasilitas, baik listrik PLN maupun Telkom dan PDAM, juga mulai nambah membangun jaringan ke kawasan ini. (SM)