Warga berdatangan ke rumah Keluarga Tamrin di Sidoleren, Gebang, Purworejo, Senin (04/09/2017). (hery priyantono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Persiapan Keluarga Tamrin (51), dalam melangsungkan pernikahan anaknya Wilis Setyowati (27) ternyata sudah tuntas semua. Di Halaman rumah sederhana mereka telah terpasang tenda dengan meja kursi tertata rapi.

Saat Koran Bernas mengunjungi kediaman Tamrin, tampak makanan kecil tertata rapi di atas meja untuk hidangan para tamu. Puluhan tamu siang tadi juga tampak berdatangan untuk melaksanakan kondangan di rumah keluarga Tamrin.

Di dalam rumah, tepatnya di dapur belakang rumah, jajanan pasar seperti jadah, jenang merah terbungkus rapi di sudut ruangan. “Saya diminta untuk memotong wajik, jadah dan jajanan pasar lainnya untuk para tamu undangan yang datang nanti,” ungkap Chomarsih (55) warga Desa Sidoleren.

Bahkan pihak keluarga telah merencanakan menggelar kenduri pada Senin (04/09/2017) malam tadi untuk doa keselamatan pada malam sebelum pernikahan Wilis-Pratama L Julianto.

Kaum Desa Sidoleren, Asroh, bahkan mengaku sudah memberitahukan atau mengundang sekitar 200 an orang agar mengikuti kenduri.

Baca Juga :  Ribuan Alumni SMPN Pituruh Bentuk Ikaliptu

“Kenduri malam sebelum hari H akad nikah, adalah tradisi di desa kami biasa menggelar kenduri untuk doa keselamatan. Artinya, acara kenduri ini sulit dibatalkan karena undangan sudah tersebar,” urai Asroh.

Tamrin mengaku kini harus menanggung malu atas gagalnya pernikahan anak kesayangannya. Dia tidak menyangka jika ternyata calon pengantin pria yang mengaku bernama Pratama L Julianto (27) ternyata berjenis kelamin wanita.

Pratama diduga mengubah data dirinya dan memiliki nama asli Nova Aprida Aryani, wanita asal Desa Binong Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang, Banten, terbongkar kedoknya saat hendak mendaftarkan pernikahannya dengan Wilis di KUA Gebang, Senin (04/09/2017). Dia ternyata bukanlah seorang pria yang bisa menikahi seorang wanita, ternyata dia adalah seorang wanita tulen.

“Saya dan keluarga sangat bingung dan malu menjalani musibah ini. Kami hanya bisa pasrah, semoga Allah memberikan yang terbaik untuk keluarga saya,” ucap Tamrin kepada Koran Bernas, Senin (04/09/2017) petang di Mapolres Purworejo.

Baca Juga :  Ketua RT dan RW di Purworejo akan Berhonor

Pihak keluarga mengaku sudah menyiapkan acara kenduri sebagai tradisi doa bersama keselamatan di rumahnya.

“Undangan sudah terlanjur terkirim. Saya tidak tahu bagaimana menghadapi masalah ini,” tutur Tamrin.

Sementara, Calon Pengantin Wanita, Wilis Setyowati, hingga petang masih menjalani pemeriksaan di Ruang Reskrim Unit Perlindiungan Perempuan dan Anak Polres Purworejo, terus manangis. Dia tak henti-hentinya menyalahkan kepada ayahnya.

“Pak, mengapa bapak melaporkan ini semua kepada polisi. Kita semua khan jadi malu. Karena semua orang tahu, kalau pernikahanku gagal,” lirihnya sambil terus menangis.

Wilis, yang ikut diperiksa bersama dengan ayahnya, Pj Kades Sidoleren Pandim, Kaum Desa Sidoleren Asror dan juga Nova Apriliani, hingga kini masih menjalani pemeriksaan. (hery priyantono/yve)