Unik, Upacara Bendera di Bawah Laut

377
Salah satu wisatawan mengibarkan bendera di tengah laut, kawasan Pantai Ngambor Desa Purwodadi Kecamatan Tepus, Senin (14/07/2017) petang.(st. aryono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia ke-72, sejumlah wisatawan dan warga di Pantai Nglambor, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus,  mengadakan upacara bendera dengan menyelam dangkal atau snorkeling. Senin (14/07/2017) petang.

Selain meningkatkan semangat nasionalisme, juga mengajak warga sekitar untuk menjaga ekosistem laut. Sebab, selama ini laut merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat. Warga pun diajak menanam tumbuhan agar sekitar pantai lebih sejuk.

Sebelumnya, mereka menggunakan perlengkapan seperti sepatu, pelampung dan masker serta snorkel. Setelah perlengkapan terpakai dan gelombang laut sudah mulai tenang, pengibaran bendera dimulai. Sebelum dikibarkan di dalam laut komunitas beserta wisatawan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan hormat kepada sang Merah Putih yang akan dibawa ke tengah laut.

Belasan orang warga, dan wisatawan ikut serta dalam kegiatan ini. Mereka tak menggunakan seragam khusus, layaknya upacara pada umumnya. Lantas, mereka menceburkan diri ke laut untuk melaksanakan upacara di dalam laut.

“Kita sengaja memilih hari Senin, karena saat tanggal 17 Agustus ombak diperkirakan cukup tinggi, dan kami memutuskan upacara hari Senin petang,” kata seorang pengurus Bintang Nglambor Snorkeling (BNS) Dominique Pramudita.

Tidak mudah mengibarkan bendera sang Merah Putih di Samudera Hindia. Ini lantaran besarnya gelombang. Dengan sulitnya pengibaran, para wisatawan dan warga diajak ikut merasakan sulitnya mencapai kemerdekaan, karena harus melewati perjuangan yang tidak mudah. “Pengalaman yang kita petik adalah perjuangan para pahlawan tidak mudah, maka kemerdekaan yang saat ini kita raih harus diisi dengan kegiatan positif,”imbuhnya.

Adhitya Putratama warga lainnya mengatakan, selain memupuk rasa cinta Tanah Air Indonesia, warga diajak menjaga ekosistem yang ada di Pantai Nglambor. “Kami menanam pohon cemara udang untuk menjaga ekosistem di sekitar pantai, dan untuk perindang juga,” ucapnya.

Salah seorang warga setempat, mbah Sawu (78) mengaku bangga, karena anak muda di pantai Nglambor menggelar upacara di sekitar pantai. Dia merupakan warga pertama yang mendiami pantai tersebut sejak puluhan tahun lalu.

Seneng banget ndelok tiyang upacara, (senang sekali ada orang upacara disini),” katanya.

Sedang salah seorang wisatawan, Santika, mengaku baru pertama kali ikut pengibaran bendera dengan cara unik ini. “Bangga bisa ikut pengibaran bendera di dalam laut, apalagi ada ikan dan biota laut seoalah ikut upacara,” pungkasnya. (st. aryono/sm)