Universitas 11 Negara Ini Ubah Mindset PT

149

KORANBERNAS.ID — Sebanyak 40 univeristas dari 11 negara menjalin kerjasama dalam pengembangan kewirausahaan. Program ini sebagai salah satu tindak lanjut hibah kerjasama dari Erasmus+ yang sudah berjalan sejak 18 bulan terakhir.

Dari Indonesia,enamPerguruan Tinggi seperti Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Negeri Semarang, Universitas Padjajaran, Universitas Brawijaya dan STIE Malangkucecwara ikut tergabung menjadi anggota program Erasmus+ ini. Sedangkan dari luar negeri diantaranya Universityof Gloucestersgire, Dublin Institute of Technology, Innsbruck University dan President University.

Rektor Universitas Islam Indonesi (UII) Fathul Wahid menjelaskan, proyek tersebut bertujuan untuk mengubah mindset perguruan tinggi dari teaching university menjadi enterpreneur university. Ia menyadari mengubah mindset tersebut bukan perkara mudah.

Baca Juga :  Asmara Dua Sejoli Ini Berujung Tragedi Memilukan

“Butuh proses yang akan menyesuaikan dengan kondisi masing- masing perguruan tinggi,” ujar Rektor disela Workshop “Growing Indonesia: Triangular Approach (GITA) di kampus terpadu UII, Kamis (19/07/2018).

Melalui kerjasama kampus-kampus yang menjadi anggota tersebut, menurut Rektor saling bersinergi bersama masyarakat untuk pemberdayaan kapasitas kewirausahaan. Diantaranya melalui implementasi hibah dari program Erasmus+ tersebut.

Selain itu rencana anggota untuk pengembangan fisik program GITA atau sering disebut growth hubs. Growth hubs merupakan salah satu unit yang memfasilitasi hubungan antara universitas dengan pelaku kewirausahaan di luar negeri.

“Termasuk juga menghubungkan mahasiswa dengan industri dan pemberi kerja,” tandasnya.

Diharapkan melalui kerjasama tersebut maka tidak semata-mata meningkatkan capacity building untuk membuat bisnis. Namun menjadikan GITA sebvagai platform atau katalis ke arah entepreneur university.

Baca Juga :  KONI DIY Buka Lowongan Ketum

“Penguatan jaringan ini juga dapat membesarkan Indonesia di masa depan dan menularkan program yang sama ke universitas lain dalam konteks di Indonesia,” ungkapnya.

Sementara Neil Tower dari University of Gloucestershire mengungkapkan pengembangan program seperti GITA Erasmus+ sudah berkembang sejak tujuh tahun terakhir. Dicontohkannya, dari 27 universitas yang bekerjasama bisa menghasilkan lebih dari 100 proyek.

“Di Indonesia, program ini berkembang dua tahun terakhir, dan diharapkan bisa terus ditingkatkan kedepannya,” imbuhnya.(yve)