UNY Tuan Rumah Pimnas ke-31

Diikuti 1.523 Mahasiswa dari 136 Universitas se-Indonesia

165
Kemeriahan pembukaan Pimnas ke-31 Tahun 2018 yang berlangsung di Kampus UNY, Kamis (30/08/2018). (dwi suyono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-31 tahun 2018.

Event yang berlangsung 28 Agustus hingga 2 September 2018 itu dibuka langsung Menristekdikti Prof H Mohamad Nasir Ph D Ak, Kamis (30/08/2018) di GOR UNY.

Dalam sambutannya Mohamad Nasir menyampaikan di era digital saat ini perguruan tinggi harus mampu menjawab tantangan zaman, salah satunya melalui kegiatan akademik termasuk penelitian.

Wakil Rektor III UNY selaku ketua panitia Prof Dr Sumaryanto M Kes menyatakan, pekan ilmiah bergengsi tahun ini mengusung tema Mewujudkan Mahasiswa Indonesia yang unggul, Kreatif, Inovatif Berlandaskan Ketaqwaan, Kemandirian, dan Kecendekiaan dalam Bingkai Kebhinnekaan.

Rektor UNY Prof Dr Sutrisna Wibawa M Pd mendampingi Menristek dan Wakil Gubernur DIY pada pembukaan Pimnas ke-31. (dwi suyono/koranbernas.id)

Bagi UNY, kegiatan rutin yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi ini, merupakan hal yang menggembirakan.

Baca Juga :  Biaya Hidup Mahal Kendala Studi ke Luar Negeri

“Jumlah peserta meningkat tajam dan UNY dipercaya sebagai tuan rumah. Pimnas diikuti 136 universitas se-Indonesia. Jumlah ini terbanyak sepanjang pelaksanaan Pimnas. Peserta sejumlah 1.523 mahasiswa dengan 440 judul karya yang dilombakan,” paparnya.

Rektor UNY Prof Dr Sutrisna Wibawa M Pd menyatakan, satu nilai penting yang harus ditanamkan pada Pimnas tahun ini adalah kesadaran tentang perbedaan.

“Kita berasal dari perguruan tinggi yang berbeda, dari provinsi yang berbeda, dengan keragaman suku dan agama yang kita anut,” tuturnya.

Peserta Pimnas mengabadikan kenangan di sela-sela acara pembukaan. (dwi suyono/koranbernas.id)

Namun demikian, perbedaan-perbedaan itu harus ditempatkan pada bingkai kebhinnekaan yang sudah tertanam sejak lama. “Berbeda tetapi satu, inilah yang perlu selalu kita sadari dan kita dorong ketercapaiannya,” ungkap Prof Sutrisna.

Baca Juga :  Warga Jogja Antusias Bantu Palestina

Pimnas, lanjut dia, juga sebagai sarana pembentukan karaktar yang baik meliputi kejujuran akademik, tanggung jawab akademik maupun keterbukaan akademik.

“Marilah kita berniat menjadikan diri kita sebagai mahasiswa Indonesia yang berkarakter baik,” ajaknya.

Pembukaan Pimnas ke-32 berlangsung meriah. Hadir pula dalam kesempatan itu Wakil Gubernur DIY, Paku Alam X.

Pimnas [ertama kali digelar 1988 di Jakarta. Untuk ketiga kalinya, Yogyakarta menjadi tuan rumah.

Pada Pimnas ke-8 tahun 1995 terpilih UGM sebagai penyelenggara dan Pimnas ke-25 tahun 2012 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dipercaya sebagai penyelenggara. (sol)