Wakil UP 45 Hadiri Forum DGBI

137

KORANBERNAS.ID –  Dua orang wakil dari Universitas Proklamasi (UP) 45 Yogyakarta menghadiri peresmian Forum Dewan Guru Besar Indonesia (DGBI) yang berlangsung di Balai Senat UGM, Sabtu (16/12/2017).

Mereka adalah Usamah Said MPA selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan UP 45 Yogyakarta serta Nurul Pikroh, Public Relations (PR) UP 45 Yogyakarta.

Peresmian Forum DGBI dilakukan oleh Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti Prof Dr  Ali Ghufron Mukti MSc PhD. Hadir pula Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang menyampaikan pidato selamat datang serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof Dr Muhadjir Effendy MAP selaku pembicara utama acara tersebut.

Pada Sarasehan Kebangsaan bertema Masyarakat Adat dan Gerakan Kebudayaan di Indonesia: Menggali Memori Kolektif Nilai-nilai Kebangsaan kali ini, dibahas antara lain upaya membangun optimisme bangsa untuk bergerak maju mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Baca Juga :  Kredit Pendidikan Terbuka untuk Mahasiswa S1 hingga S3 UGM

Peserta sarasehan juga diajak untuk menggali memori kolektif nilai-nilai kebangsaan sebagai hal fundamental dalam upaya membangun Bangsa Indonesia untuk bersatu dan berjati diri berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

Adapun tujuan saarasehan kali ini untuk membangun bangsa yang berdaulat adil, dan makmur sesuai filosofi Bangsa Indonesia dan konsensus dasar yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika Tan Hanna Dharma Mangrva.

Dari sarasehan tersebut dihasilkan kesimpulan dan rekomendasi. Pertama, sumber daya alam dan pengetahuan lokal berbasis masyarakat adat yang dimiliki Bangsa Indonesia menjadi modal dasar membangun bangsa dan negara dan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Kedua, nilai-nilai kebangsaan yang termanifestasikan dalam kehidupan kebudayaan masyarakat adat menjadi pijakan untuk membangun mayarakat yang bersatu, rukun, bergotong-royong dan hidup bekerja sama merawat NKRI.

Ketiga, bangsa merupakan ruh dari negara. Bangsa yang utuh akan melahirkan negara yang kokoh dan kuat dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan negara.

Baca Juga :  Libur Tahun Baru, Obyek Wisata Siap Sambut Pengunjung

Keempat, perlunya peneguhan terhadap masyarakat dengan adat istiadatnya. Ini merupakan gerakan kebudayaan  dengan menggali memori bersama yang tersimpan dalam berbagai masyarakat  adat, sebagai memori kebangsaan Indonesia.

Kelima, upaya membangun optimisme bangsa dan negara dilakukan dengan meletakkan kembali jati diri bangsa yaitu Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta meneguhkan NKRI dalam kehidupan bernegara.

Keenam, elemen-elemen kebudayaan menjadi bagian penting dalam mencari solusi persoalan kebangsaan.

Peserta sarasehan menyepakati, Forum Dewan Guru Besar Indonesia memiliki peran strategis sebagai pemikir negara dalam mentransformasikan nilai-nilai kebangsaan bersama segenap elemen bangsa.

Tokoh adat, pemimpin daerah, civitas akademika, praktisi, peneliti dan pemerhati, perlu bersama-sama membangun dan membina persatuan dan kesatuan bangsa, serta dapat mengembangkan Iptek untuk kemajuan bangsa. Untuk itu Forum Dewan Guru Besar bertekat mewujudkan tujuan itu melalui gerakan membangun desa dan sekolah. (sol)