Usaha Terpuruk karena Jalan Daendels Ditutup

250
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menemui pelaku usaja yang merugi akibat penutupan  Jalan Daendels. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Penutupan Jalan Daendels yang melintasi wilayah Glagah hingga Glaeng Jangkaran Temon Kulonprogo terkait pembangunan bandara, mempengaruhi perekonomian pedagang makanan dan minuman di sepanjang jalan tersebut. Pendapatan mereka terpuruk.

Rabu (04/04/2018), mereka menemui Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo guna meminta solusi atas persoalan tersebut.

Perwakilan warga, Aminurrahman, menyatakan penutupan portal menyebabkan banyak warung di sekitarnya kehilangan pelanggan.

Ada sekitar 100-an pengusaha makanan dan minuman,  bengkel, penjual pulsa hingga SPBU mengeluhkan turunnya penghasilan mereka.

Karena tidak ada mobil lewat maka tidak ada orang membeli dagangannya. Pembeli hanya warga lokal saja. “Karena sepinya pembeli banyak tenaga yang dirumahkan. Penurunan pendapatan mencapai 80 persen,” katanya.

Aminurrahman meminta pihak terkait bisa memikirkan kembali dampak penutupan jalan tersebut. Dia memberikan masukan kalau bisa diterapkan sistem buka tutup.

Ketika pembangunan berjalan, ada jalan sementara dengan perkerasan sederhana, agar bisa dilewati kendaraan dan orang-orang yang akan membeli dagangan mereka.

“Kami sebenarnya mempertanyakan, kegiatan pembangunan bandara masih sepi dari kegiatan. Kenapa jalan ditutup. Kan bisa nantinya di tempat yang dibangun ditutup seng sehinggga tidak terganggu dari lalu lintas kendaraan umum. Penutupan jalan sudah dipastikan mematikan ekonomi rakyat,” terangnya.

Warga lainnya, Budi Raharja, menyatakan penutupan jalan merugikan warga. Tukang tambal ban tidak ada lagi pelanggan yang datang.

Nur Hasanah pemilik warung makan minta jalan dibuka kembali dan dilakukan sistem buka tutup. Agar tetap ada mobil lewat dan warga ada penghasilan.

“Kami buka usaha dengan modal pinjaman yang harus kami cicil. Kalau usaha tidak jalan berarti tidak bisa bayar pinjaman,” keluhnya.

Hal senada diungkapkan Astari yang buka usaha warung makan. Sedangkan Yoyok, pengelola SPBU mengaku penjualannya tingggal sekitar 30 persen dibanding sebelumnya.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menyatakan akan merespons secepatnya menanggapi keluhan warga tersebut.

Dia minta waktu Kamis petang sudah ada jawaban solusinya. “Jalan itu kewenangan provinsi dan ada di wilayah bandara. Kami akan bicara dengan mereka untuk mencari solusinya,” katanya. (sol)