Usia Harapan Hidup di Sleman Lampaui Target

185
Pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) mengikuti sosialisasi PHBS di Kampung Flory Pangukan Tridadi Sleman, Rabu (21/03/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Staf Ahli Bupati Sleman Bidang Kesejahteraan Rakyat, Suci Iriani Sinuraya, mengatakan kesehatan masyarakat kabupaten ini berdasarkan data tahun 2017 menunjukkan kondisi yang semakin membaik.

“Usia harapan hidup dari target 74,48 tahun dapat tercapai 74,56 tahun. Capaian ini di atas rata-rata DIY 74 tahun dan nasional 70,68 tahun,” ungkapnya, Rabu (21/03/2018), di Kampung Flory, Pangukan Tridadi Sleman.

Pada acara Sosialisasi Kebijakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tahun 2018 yang diadakan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Sleman kali ini, dia menyampaikan indikator kinerja meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat adalah usia harapan hidup.

Di hadapan 70 pengurus pesantren se-Kabupaten Sleman,  dia mengatakan, kinerja penyelenggaraan pemerintah bidang kesehatan masyarakat juga dapat ditunjukkan dengan beberapa capaian lainnya.

Capaian di Kabupaten Sleman antara lain jumlah kematian ibu melahirkan menurun dari 8 orang pada 2016 menjadi 6 orang pada 2017. Angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup sebesar 4,21, sedangkan DIY sebesar 16 dan nasional 34 per 1.000 kelahiran hidup dan cakupan imunisasi sudah 100 persen di seluruh desa.

Dirinya menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut karena merupakan langkah positif memasyarakatkan PHBS. “Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat mendorong dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat,” kata Suci.

Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Sleman, Iriansyah, menyampaikan sosialisasi PHBS yang dilaksanakan dua hari tersebut dalam rangka meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kemampuan pengurus ponpes terhadap pentingnya PHBS.

“Harapannya melalui sosialisasi ini dapat memotivasi peserta untuk menerapkan dan mengembangkan PHBS di lembaganya masing-masing,” kata Iriansyah. (sol)