Usia Harapan Hidup Warga Sleman Tertinggi di Indonesia

81
Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI meninjau hasil panen kelompok BKL Mugi Waras Blendong Moyudan, Senin (30/07/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI menyatakan jumlah lanjut usia (lansia) di kabupaten ini mencapai 102.789 jiwa atau 9,8 persen dari jumlah penduduk.

Sedangkan usia harapan hidup atau UHH warga di kabupaten itu, sebagai salah satu tolok ukur Indek Pembangunan Manusia (IPM), saat ini mencapai rata-rata 74,56 tahun.

“Usia harapan hidup ini merupakan yang tertinggi di Indonesia, karena UHH Nasional hanya 70,68 tahun,” ungkapnya, Senin (30/07/2018), di Kantor Sekretariat Kelompok BKL Mugi Waras.

Karena prestasi itulah, Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) Mugi Waras, Blendong Sumbersari Moyudan Sleman dicanangkan sebagai Center of Excellence (CoE) oleh BKKBN Pusat.

Pencanangan dilakukan secara simbolik oleh Pelaksana tugas Kepala BKKBN Pusat, Sigit Priohutomo didampingi Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI.

Baca Juga :  Darah Saja Diberikan Apalagi Cinta

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sleman, dr Mafilindati Nuraini Mkes, ini merupakan pencanangan pertama yang dilakukan BKKBN Pusat di DIY.

“Ini (BKL Mugi Waras) akan menjadi rujukan bagi program-program kegiatan pendampingan Lansia di wilayah lain,” papar Linda.

Ssejumlah kegiatan BKL Mugi Waras yang dinilai mampu menjadi rujukan di wilayah lain yaitu senam lansia, program pengajian rutin serta usaha industri rumahan.

Sedangkan yang berkaitan dengan intelektual terdapat perpustakaan. Adapun yang bersifat sosial terdapat home care atau day care.

Pelaksanaan beberapa program tersebut melibatkan lansia-lansia yang tergabung dalam BKL Mugi Waras dengan tujuan agar lansia tetap sehat, semangat serta mampu tetap produktif.

Baca Juga :  Gunungkidul Siap Hadapi Natal dan Tahun Baru 2018

Lebih lanjut Sri Purnomo berharap pembentukan CoE ini menumbuhkan semangat sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan kelompok kegiatan.

Peran aktif lanjut usia mengisi dan mendukung pembangunan masih sangat dibutuhkan. Mengingat lansia merupakan kelompok yang memiliki pengalaman hidup lebih matang untuk menjadi suri teladan bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan di era globalisasi yang semakin berat.

”Pembinaan peningkatan kesejahteraan lansia dilakukan secara terpadu dari sektor maupun lintas program. Di bidang kesehatan Pemkab Sleman memberikan pemeliharaan kesehatan di 25 Puskesmas Santun Lansia, serta penyelenggaraan gebyar lansia,” jelasnya.

Peningkatan peran aktif masyarakat dan partisipasi lansia dilakukan melalui pelatihan keterpaduan Bina Keluarga Lansia (BKL). “Di tahun 2017, di Kabupaten Sleman terdapat 175 BKL,” tambahnya. (sol)