Utang Diperlukan untuk Mendorong Pertumbuhan

89
Luky Alfirman menyampaikan materi perkuliahan tentang APBN untuk mahasiswa FEB UGM, Senin (23/07/2018).

KORANBERNAS.ID—Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman menjelaskan, negara memerlukan utang atau pinjaman untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, utang bukanlah hal tabu bagi suatu Negara. Termasuk dalam menyusun Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Hal ini diungkapkan Luky, dalam kuliah umum bertajuk “Membangun Generasi Muda yang Kuat dan Generasi Muda yang Cerdas APBN” digelar di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (23/07/2018).

Dikatakan Luky, mahasiswa fakultas ekonomi harus mengerti struktur ekonomi Indonesia. Penguasaan tentang struktur ekonomi sangat penting karena bisa menjadi dasar dalam menentukan kebijakan.

Dengan cara ini, diharapkan mahasiswa bisa memahami sejumlah kebijakan ekonomi masyarakat. Tak terkecuali kebijakan terkait utang Indonesia yang akhir-akhir ini banyak menuai kritik.

Baca Juga :  Tak Berkonde, Ini Dia All New Terios Zaman Now

“Utang itu diperlukan agar pemerintah dapat menjalankan fungsi penting dan mendesak dengan lebih cepat tanpa

penundaan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, berhutang dapat meningkatkam pertumbuhan ekonomi. Karena dalam kondisi perekonomian melamban, stimulus fiskal melalui utang dapat mendorong pertumbuhan. Kemudian pertumbuhan itu dapat mendorong peningkatan penerimaan pajak di masa mendatang, untuk kemudian dapat digunakan membayar utang tersebut.

“Utang juga untuk investasi sebagai pemerataan tanggungjawab antargenerasi dalam penyediaan aset,” ucapnya

Dekan FEB UGM Eko Suwardi menyatakan pentingnya APBN sebagai instrumen pembangunan. Sehingga ia merasa penting mahasiswanya sebagai kaum muda memiliki bekal yang cukup akan pemahaman APBN.

Ia berharap mahasiswanya bisa cerdas APBN dengan mendapatkan kuliah tersebut. Karena dengan cerdas APBN, pasti mereka nanti akan memanfaatkan APBN dengan sebaik-baiknya. Baik ketika kelak sebagai pengusaha yang menjadi rekanan pemerintah atau sebagai pelaksana di pemerintahan.

Baca Juga :  Ada Dia di Rabu Malam yang Romantis

“Karena Dirjen termasuk orang pertama yang menjalankan APBN, sehingga tahu persis apa APBN itu. Kami mendorong generasi muda cerdas APBN, agar ke depan bisa memanfaatkan APBN sebaik-baiknya ketika sudah terjun ke lapangan baik di pemerintahan maupun swasta,” terangnya. (*/SM)