Veteran Napak Tilas Kamar 291 Grand Inna Malioboro

189
Sejumlah veteran menghadiri acara peringatan Hari Pahlawan di Grand Inna Malioboro. (istimewa)

KORANBERNAS.ID –  Kamar 291 Grand Inna Malioboro itu menjadi saksi sejarah perjuangan melawan penjajah. Pada peringatan Hari Pahlawan, Jumat (10/11/2017), manajemen hotel Grand Inna Malioboro secara khusus mengundang veteran.

Para pelaku sejarah yang telah mendedikasikan dan mengabdikan hidupnya demi kemerdekaan tanah air tercinta, Indonesia, memperoleh kesempatan napak tilas peninggalan sejarah di hotel tersebut.

Kamar 291, saat ini dinamai “Soedirman Suite”, pada masa perjuangan merupakan kantor “MBO” (Markas Besar Oemoem) Tentara Keamanan Rakyat Pimpinan Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Dengan perayaan itu, suasana Hotel Grand Inna Malioboro Yogyakarta terasa sangat berbeda dari biasanya. Di antara lalu lalang dan kerumunan tamu-tamu hotel, tampak sejumlah veteran pejuang di area lobby hotel yang banyak menyimpan dan sarat dengan nilai sejarah tersebut.

Grand Inna Malioboro. (istimewa)

General Manager Grand Inna Malioboro, Agus Arif Wibawanto, didampingi Retna Kusuma selaku Public Relations Manager menjelaskan, acara peringatan hari pahlawan ini tidak terlepas dari semangat “BUMN Hadir Untuk Negeri” dan “Bakti BUMN Untuk Veteran”.

Ada makna dan nilai tersendiri bagi para veteran pejuang dengan dilaksanakannya pencanangan pembangunan prasasti (tetenger atau tanda) aksi Jogja Kembali.

Tetenger  sejarah Jogja Kembali yang terdapat tepat di depan hotel Grand Inna Malioboro merupakan monumen sejarah ditariknya bala tentara Belanda dari ibu kota Republik Indonesia di Yogyakarta, berdasarkan kesepakatan dalam persetujuan Roem-Royen, yang dibacakan secara formal oleh Komisi PBB pada 1944.

Selama ini prasasti tetenger yang sarat nilai sejarah tersebut terlihat kurang terawat, tertutup oleh berbagai aktivitas orang di sekitar area tersebut, sehingga seakan-akan kurang bernilai.

Pada 1946, Yogyakarta menjadi ibu kota Indonesia. Karena situasi politik dan keamanan nasional, Hotel Medeka (saat ini Grand Inna Malioboro) sementara dipergunakan sebagai kompleks kantor untuk kabinet pemerintahan pada saat itu.

Belanda berusaha menaklukkan Indonesia lagi dan perang terjadi antara kolonialis dan tentara Indonesia. Panglima Besar Jenderal Soedirman tinggal di kamar 291 selama melakukan gerilya.

Salah satu veteran pejuang, Samdi (90) masih terlihat sehat di sela-sela menceritakan  kenangan perjuangannya ketika dirinya  sebagai Tentara Pelajar berperang di Surabaya saat pendaratan pertama sekutu dipimpin Malaby.

Mamiek Katamsi (85), selaku ketua Yayasan Wehrkreise (Yayasan Pertahanan) menyampaikan harapannya kita semua memaknai dan mengisi kemerdekaan dengan dedikasi, pengabdian dan pengorbanan. (sol)