Wabup Kaget Diduga Gunakan Doping

289
Wakil Bupati Sleman, Hj Sri Muslimatun memukul gong pada pembukaan Pembekalan GeMa CerMat (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat), Rabu (20/09/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Wakil Bupati Sleman, Hj Sri Muslimatun mengaku kaget karena diduga menggunakan doping. Saat membuka acara Pembekalan GeMa CerMat (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat), Rabu (20/09/2017), Sri Muslimatun menegaskan dirinya tidak menggunakan doping.

“Ada yang tanya, saya ini bisa sehat seperti ini dopingnya apa. Saya kaget. Karena setahu saya obat itu untuk orang sakit, bukan orang sehat,” jelas Sri Muslimatun saat memberikan sambutannya.

GeMa CerMat bertujuan untuk memberikan informasi terhadap masyarakat akan pentingnya mengetahui cara memilih, mengelola dan mengkonsumsi obat secara baik dan benar.

Sri Muslimatun mangatakan bahwa masyarakat belum seluruhnya memahami fungsi obat dalam kehidupan sehari-hari. Dikatakan Penggunaan Obat Rasional (POR), menurutnya jika digunakan sesuai dengan klinis dan dosis yang sesuai.

Dikatakan, di masyarakat ada yang beranggapan untuk tetap sehat harus selalu mengonsumsi obat.

“Jangan minum obat kalau tidak sakit. Jangan minum obat kalau tidak tahun dosisnya, kandungannya, indikasinya dan kontra indikasinya,” ungkapnya.

Sementara, Heru Sunaryo, selaku Kabubdit POR Direktorat Pelayanan Kefarmasian Ditjen Farmalkes Kemenkes RI mengungkapkan, pihaknya pada tahun 2017 ini telah menggelar kegiatan ini di 79 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

Sedangkan di DIY baru ada dua Kabupaten yang terlibat, yakni Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman.

“Kita cari Kabupaten/Kota yang memiliki komitmen dalam pemberdayaan masyarakatnya, komitmen anggaran, komitmen tenaganya,” kata Heru.

Kasi Farmasi, Makanan, dan Minuman Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman,  Gunanto mengatakan, dalam acara tersebut turut dikukuhkan Agent of Change (AoC) sebanyak 32 orang.

AoC ini menurutnya yang akan langsung terjun ke masyarakat untuk memberikan sosialisasi terkait penggunaan dan pengelolaan obat dengan benar.

“Saya harap dengan adanya AoC, masyarakat dapat terhindar dari efek nagatif obat. Terhindar dari keterjerumusan penyalahgunaan obat. Semoga masyarakat semakin cerdas memanfaatkan obat,” ujarnya. (SM)