Waduk Wadaslintang Surganya Pemancing

1996

KORANBERNAS.ID — Waduk  Wadaslintang yang awalnya dibangun untuk memenuhi kebutuhan air pertanian di Kabupaten Kebumen dan Purworejo Jawa Tengah, fungsinya terus bertambah.

Selain untuk keperluan Pembangkit Listrik Tenaga  Air (PLTA) serta wisata, waduk ini juga menjadi tempat budi daya ikan dalam keramba.

Fungsi tambahan  lainnya adalah sebagai arena pemancingan favorit. Waduk itu sebagian besar berada di wilayah Kecamatan Wadaslintang Kabupaten Wonosobo.

“Waduk Wadaslintang jadi surga pemancing,“ kata Camat  Padureso Drs Agus Septadi   kepada koranbernas.id di waduk itu Rabu (11/10/2017) siang.

Sambil  menunjukkan beberapa lapak  pemancing dan  rumah   apung di tepi waduk itu, Agus Septadi mengungkapkan, ada dua kelompok pemancing yakni kelompok pemancing hobi,  memancing tidak harus untung, serta kelompok pemancing yang mencari  nafkah.

Baca Juga :  Pedagang Tuntut Pembangunan Pasar Transparan

Kelompok pemancing pencari  nafkah inilah yang mencukupi kebutuhan kuliner ikan air tawar sejumlah warung makan di obyek wisata Waduk Wadaslintang.

Sejumlah warung makan yang menyediakan menu ikan air tawar jenis  nila atau tawes, memperoleh pasokan ikan dari pemancing pencari  nafkah.

”Pepes ikan ada  di Wadaslintang, ikan goreng atau sayur di Sendangdalem  Padureso,“ kata Agus Septadi.

Pemilik warung makan di obyek wisata di Sendangdalem, Triasih (24) dan Lili (28) kepada koranbernas.id, mengaku hampir tiap  hari menerima penjualan ikan hasil memancing.

Pemancing yang menjual ikan di sejumlah warung makan bukanlah pemancing hobi. “Harga ikan di sini sama dengan di pasar,“ kata Triasih.

Baca Juga :  Semua Staf Wajib Merawat Tananam Herbal
Gubug apung yang dibangun warga Desa Sendang Dalem  disewakan  untuk berteduh  pemancing,  Rabu (11/10/2017) siang. (nanang w hartono/koranbernas.id)

Bertambahnya jumlah  pemancing di waduk dengan daya tampung air 350 juta meter kubik tersebut, tentu saja menguntungkan  penyedia jasa lain.

Seorang pemilik gubuk  apung di tepi waduk, Saniyah (24), mengaku memperoleh penghasilan  dari pemancing. Selain dari menjual peralatan pancing dan pakan atau umpan, dia juga menyewakan tiga gubuk apung untuk berteduh.

Penyewa gubuk apung umumnya pemancing hobi. Sering mereka tidak mendapatkan ikan. Adapun tarif  sewa gubuk apung Rp 15.000, dari pagi sampai sore.

“Hari Sabtu dan Minggu, jumlah pemancing sering lebih banyak dibanding jumlah  wisatawan, “  tutur  Saniyah. (sol)