Wagub Jabar: Tutup Semua Tambang Ilegal

61
Uu Ruzhanul Ulum memimpin Rapat Koordinasi “Sosialiasi Antikorupsi dan Pengelolaan Pertambangan di Jabar”, bersama para Wakil Bupati/Wakil Wali Kota se-Jabar di The Arnawa Hotel, Kab. Pangandaran, Jumat (7/2/20). (Pemprov Humas Jabar)

KORANBERNAS.ID, PANGANDARAN–Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, menginstruksikan seluruh Wakil Bupati/Wakil Wali Kota se-Jabar untuk menutup semua aktivitas penambangan ilegal di daerah mereka.

Uu menegaskan, langkah tersebut merupakan bentuk ketegasan Pemerintah Daerah Provinsi Jabar atas banyaknya aktivitas tambang tidak berizin alias ilegal atau liar, berdasarkan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan sebelumnya.

“Kami memberikan tugas kepada semua Wakil Bupati dan (Wakil) Wali Kota untuk menutup semua aktivitas penambangan di daerahnya masing-masing. Yang tidak memiliki izin, tutup segera,” ujar Uu usai memimpin Rapat Koordinasi “Sosialiasi Antikorupsi dan Pengelolaan Pertambangan di Jabar” di The Arnawa Hotel, Kabupaten Pangandaran, Jumat (7/2/20).

Dalam rakor yang dihadiri para Wakil Bupati/Wakil Wali Kota se-Jabar ini, Uu berujar penambangan  yang belum tertib secara administrasi maupun tata cara penambangannya, bisa merusak lingkungan sekaligus merugikan masyarakat.

Teranyar, Uu menemukan puluhan perusahaan tambang yang beroperasi secara illegal, saat melakukan sidak di lokasi galian pasir di kaki Gunung Tampomas Kabupaten Sumedang pada 2 Februari lalu.

“Masih banyak yang belum tertib dan menyalahi tata cara penambangan. Sehingga terjadi dampak lingkungan yang merugikan masyarakat. Langkah penutupan ini merupakan arahan langsung dari  Presiden,” ucap Uu.

Aktivitas tambang ilegal ini, disinyalir menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana longsor dan banjir di Jabar. Sehingga, lanjut Uu, pemerintah wajib menindak dengan tegas para penambang ilegal itu.

“Presiden Joko Widodo mengatakan, harus ada deregulasi perizinan. Artinya jangan terlalu mudah memberikan izin, tapi jangan juga dipersulit. Yang pasti tidak boleh menyalahi aturan yang berdampak pada kerusakan lingkungan,” tegasnya.

Selain menguatkan fungsi Wakil Bupati/Wakil Wali Kota dalam pengawasan penambangan, rakor ini juga menguatkan komitmen Pembangunan Zona Integritas di lingkungan perangkat daerah Provinsi Jabar menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Tahun Reformasi Birokrasi Juara 2020.

“Kegiatan ini menguatkan fungsi para wakil pimpinan daerah, tentang pengawasan. Di dalamnya, termasuk pengawasan pertambangan dan juga ada penguatan tentang realisasi Pakta Integritas Pemda Provinsi Jabar yang antikorupsi,” kata Uu.(*)