Wah Beras Medium Menghilang

147

KORANBERNAS.ID — Akibat melambungnya harga beras di berbagai wilayah, termasuk di Kabupaten Gunungkidul, beras kelas medium saat ini menghilang. Karenanya pemerintah melalui Bulog melakukan operasi pasar. Seperti yang dilakukan DPC Persatuan Pengusaha Penggilingan Beras Seluruh Indonesia (Perpadi) Gunungkidul, yang menggandeng Bulog mendistribusikan beras medium.

“Saat ini beras medium di pasaran sudah tidak ada. Sehingga konsumen beralih ke beras premium. Sehingga banyak yang kosong menyebabkan beras premium terus naik, “kata Humas DPC Peradi Joko Widiatmoko saat ditemui disela operasi beras di Pasar Argosari, Wonosari Minggu (14/01/2018)

Joko Widiatmoko menambahkan, bekerjasama dengan bulog, pihaknya sudah menyalurkan beras medium 20 ton kepada masyarakat. Untuk operais pasar di Pasar Argosari disediakan 6 ton beras medium yang dijual untuk masyarakat dan pedagang.

Sedangkan kalangan masyarakat umum, beras kelas medium berkualitas dijual dengan harga Rp 9.350 per kilogram, dibawah harga eceran tertinggi (HET) beras medium ditetapkan sebesar Rp 9.450/kg. Untuk kalangan pengecer pihaknya memberikan harga sebesar Rp8.800 perkilogram untuk pembelian di lokasi dan Rp9.000 per kilogram untuk layanan antar.

Baca Juga :  UIN Sunan Kalijaga Cabut Larangan Bercadar

“Untuk pengecer kita layani dengan syarat tidak boleh menjual di atas HET atau dilempar keluar daerah. Nanti akan ada pengawasnya,” tuturnya.

Dengan adanya operasi pasar semacam ini, ketersediaan beras kelas medium di pasar bisa kembali ada setelah sejak akhir tahun 2017 menghilang dari pasaran. Menurutnya, menghilangnya beras medium ini sangat memberatkan kalangan masyarakat kelas menengah ke bawah yang notabene merupakan konsumen utama.

“Semoga gabah segera ada, dan harga beras kembali turun,”ucapnya.

Saat ini menurut salah seorang pedagang beras Pasar Argosari, Astanti, untuk harga beras medium dijual jauh dari harga HET, yakni Rp 12.000 perkilogramnya. Untuk Premium dijual dengan harga Rp 14.000. “Sudah sejak beberapa pekan terakhir harga beras cenderung naik,”katanya.

Baca Juga :  Pedagang Korban Kebakaran Direlokasi ke Lantai Dua

Salah seorang konsumen, Ny. Narti mengaku sengaja membeli beras medium dalam operasi pasar hari ini. Sebab, kualaitas beras yang dijual tergolong baik.

“Tadi beli 25 kilogram untuk rumah, lumayan harganya cukup murah disini dibandingkan di warung. Nanti tinggal dicampur dengan beras premium sudah pulen,”katanya.

Ketua DPC Peradi Sukaryadi menambahkan, sebenarnya kualitas beras Premium dan Medium tak jauh berbeda. Perbedaan hanya dalam pengolahan gabah menjadi beras di penggilingan. Dengan mesin yang modern, gabah kualitas biasa pun bisa diolah menjadi beras kualitas premium. (ryo)