“Wah Jamurnya Iso Kemriyuk”

219
Ibu-ibu anggota PKK Desa Terong, Dlingo membuat aneka olahan jamur, Selasa (19/09/2017). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Tangan Sarjiyem (50 tahun) terus mengaduk-aduk sutil di wajan saat menggoreng  jamur dibalut tepung krispi. Berkali-kali senyumnya mengembang melihat hasil adukannya. Untuk menggoreng, ternyata tidak langsung matang, namun setengah matang dan ditiriskan. Setelah dingin baru di goreng lagi hingga kering.

Wah jamurnya iso kemriyuk. Saya baru pertama kali menggoreng jamur krispi bisa renyah. Biasanya melempem dan tidak sebagus ini,” kata Sarjiyem kepada koranbernas.id saat pelatihan memasak olahan jamur di Balai Desa Terong, Dlingo, Selasa (19/09/2017) siang.

Selain warga pedukuhan Terong II tersebut, ada puluhan ibu-ibu yang nampak begitu tekun dan antusias praktek memasak bersama pelatih dari Jamur Lestari Sedayu itu. Ada yang menyuwir jamur kemudian ditusuk untuk dibuat sate.

Baca Juga :  Jasa Raharja Berdayakan UMKM di DIY

Kalau sate daging langsung dibakar, untuk membuat sate jamur tidak demikian. Namun harus direbus dulu dengan bumbu dan setelah matang barulah dibakar diatas bara api seperti membuat sate pada umumnya. Begitu matang diberi sambel dan siap dihidangkan.

Sate Jamur (sari wijaya/koranbernas.id)

Terlihat ada juga yang mengolah jamur menjadi brownies dan ada yang menjadi nugget. Semua olahan itu begitu indah dilihat dan enak saat dinikmati apalagi kondisi hangat.

“Memang  saya sendiri punya usaha olahan jamur. Jadi ibu-ibu kita berikan pelatihan jamur untuk meningkatkan ilmu dan kemampuan mereka,” kata Hatmiyati.

Menurutnya usaha jamur dan kemudian diolah  jadi makanan yang  lezat, menjadi sebuah potensi ekonomi.

Senada dikatakan Lurah Desa Terong, Welasiman. Didampingi Bhabinkamtibmas Aipda Gangsal Wirajati SH mengatakan kalau  di Desa Terong sejak setahun belakangan dikembangkan budidaya jamur tiram. Ada 30 titik pengembangan yang dikelola masyarakat.

Baca Juga :  Tanamkan Pancasila di Benak Kaum Muda

“Maka dengan adanya kegiatan pengolahan jamur ini akan meningkatkan kemampuan ibu-ibu khususnya pengolahan jamur,”kata Lurah Welas.

Nantinya juga hasil olahan bisa dijual termasuk di obyek wisata yang ada di Dlingo dimana kini kian moncer.

“Jadi warga tidak hanya jadi penonton dengan membludaknya wisatawan. Warga harus dapat memetik hasil dengan banyaknya wisatawan ini. Terutama dalam hal meningkatkan kesejahteraan,” katanya. (SM)