“Wah Kok Ya Kemringet Ya”

232
Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti memberi penjelasan sambil mendampingi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X terkait program Reresik Jogja. (Sholahudin Alwi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID —  Matahari yang bersinar cerah dan sesekali tertutup awan tipis, Selasa (26/09) siang, seperti mengiringi langkah kaki Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X tatkala meninjau program Malioboro Tanpa PKL.

Mengenakan busana batik lengan panjang, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta jajarannya berjalan kaki dari tempat kerjanya di Kepatihan. Turut mendampingi Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Peorwadi serta Walikota Haryadi Suyuti.

Wah kok ya kemringet ya,” tutur Sultan bergurau usai melintasi kawasan depan Pasar Beringharjo.

Kepada wartawan saat diwawancarai di bawah pohon yang terletak di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Sultan HB X menuturkan ternyata bisa juga Malioboro dinikmati tanpa adanya kotak-kotak biru tenda PKL.

Baca Juga :  Ratusan Pegolf Perebutkan Trofi Keraton

Menyambung penjelasan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengenai program tersebut, Sultan menegaskan Malioboro sehari tanpa PKL jangan diartikan pengosongan, sebab PKL merupakan salah satu kekuatan dan daya tarik Malioboro itu sendiri.

Bagi DIY, pedestrian Malioboro itu sangat penting. Artinya, di luar Selasa Wage PKL tetap berjualan sedangkan Pemerintah DIY mencari solusi untuk penataan. (ros)