Wah Koruptor APBDes Patuk Ini Dihukum Ringan

296
istimewa

KORANBERNAS.ID — Majelis hakim Pengadilan Tipikor DIY menjatuhkan vonis hukuman 1 tahun 3 bulan penjara untuk Kabul Santoso yang merupakan Kepala Desa Bunder Kecamatan Patuk. Vonis bagi pelaku korupsi dana APBDes ini lebih ringan 7 bulan dari tuntutan jaksa.

Pengacara Kabul Santosa, Suraji Noto Suwarno mengatakan pengadilan Tipikor DIY telah menjatuhkan vonis kepada kliennya dalam sidang putusan pada Kamis (14/9/2017) lalu. Selain divonis bersalah dan dijatuhi hukuman penjara, Kabul juga dijatuhi denda sebesar Rp 50 juta subsider kurungan 1 bulan penjara.
Atas vonis tersebut, menurut Suraji, kliennya mengaku menerima dan tidak akan mengajukan banding terhadap putusan yang diberikan hakim.

“Secara prinsip Kabul menerima atas vonis yang dijatuhkan,” kata Suraji kepada wartawan, Minggu (17/9/2017).

Diakui, vonis yang diberikan lebih ringan dari tuntutan jaksa yang meminta Kabul dihukum 2 tahun penjara. Namun dalam fakta persidangan hakim berkata lain, sehingga vonis tidak sesuai dengan tuntutan yang diberikan.

“Ada beberapa hal yang meringankan, seperti terdakwa kooperatif selama proses berlangsung, tidak berbelit-belit dalam memberikan keterangan hingga berperilaku sopan selama persidangan,” ujarnya.

Menurut Suraji, dalam kasus korupsi APBDes ini, Kabul mengakui telah berbuat kesalahan. Hanya saja, ia berpendapat bahwa kesalahan tidak dilakukan dengan sengaja karena lebih pada unsur ketidaktahuan dalam tindak pidana korupsi.

“Sebagai bukti setelah kasus ini dipermasalahkan, Kabul langsung mengembalikan uang yang diduga dikorupsi. Harapannya dengan vonis ini maka masalah hukum dapat segera diselesaikan,” katanya.

Namun demikian, sambung Suraji, keputusan inkrah dari masalah ini juga sangat tergantung dari pihak penuntut umum. Karena hingga sekarang, jaksa masih belum memutuskan apakah akan banding atau tidak.
“Kalau dari sisi vonis yang belum sesuai harapan, maka kemungkinan besar akan banding. Oleh karenanya, jika banding dilakukan maka proses hukum masih akan jalan,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Seksi Pidana Khusus, Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Sihid Isnugraha mengaku masih pikir-pikir terhadap putusan hakim.

“Masih ada waktu dan kami akan segera memutuskan tentang putusan ini,” pungkas Sihid. (yve)