Wah..Masih Ada 24.000 Rumah Tak Layak Huni di Gunungkidul

399
Rumah Tak Layak Huni di Gunungkidul (ilustrasi)

KORANBERNAS.ID—Puluhan ribu rumah yang selama ini dihuni warga Gunungkidul, masih masuk kategori tidak layak huni.

Berdasarkan data di Pemkab Gunungkidul masih ada sekitar 24.000 rumah yang tidak layak huni sehingga perlu diperbaiki melalui program Bedah Rumah.

“Jumlah tersebut menyebar di sejumlah wilayah kecamatan. Namun jumlah ini masih harus diverifikasi apakah layak dibantu atau tidak,” kata Badingah, Bupati Gunungkidul pada wartawan Jumat (15/09/2017).

Permasalahan mendasar rumah yang akan direhab adalah kondisi atap, dinding dan lantai. Misalnya atap dari rumbia atau seng yang sudah bocor, dinding dari triplek atau kayu yang sudah tidak layak dan lantai yang masih tanah atau rumah panggung yang sudah tidak layak.

Baca Juga :  Anggota Komunitas Ini Wajib Menulis Buku

“Melalui pemerintah pusat ada program pemugaran RTLH atau rumah tidak layak huni,” ujarnya.

Menurut Badingah, kuota bantuan rehap rumah dari pusat tahun ini lebih banyak dibanding tahun 2016. Tahun ini terdapat 391 unit RTLH yang akan dilakukan pemugaran. Sedangkan tahun lalu hanya sekitar 300 unit.

Bantuan RTLH tersebut berasal dari pusat, dengan kriteria bantuan untuk kriteria berat dan kriteria sedang. Masing-masing, untuk kriteria berat mendapatkan bantuan Rp 15 juta per unit. Sedangkan untuk kriteria sedang sebanyak Rp 10 juta per unit.

“Selain mengandalkan bantuan pusat, kami dari pemerintah daerah juga memanfaatkan program CSR atau Corporate Social Responsibility,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Gunungkidul, Edy Praptono mengatakan RTLH tersebar di sejumlah wilayah, termasuk perkotaan.

Baca Juga :  Apresiasi untuk Program Smart City Sleman

“Rata-rata, masyarakat dengan rumah tak layak huni adalah warga dengan usia tua dan tak lagi produktif,” kata Edy.

Dia berharap program bantuan RTLH dapat diselesaikan tahun 2019. Tahun depan pemkab sudah mengusulkan pemugaran rumah tidak layak huni sebanyak 2.000. (St.Aryono/SM)