Wah, Masih Ada Warga BAB Sembarangan

328
Dirut Bank BPD DIY Bambang Setiawan menyerahkan bantuan CSR diterima Bupati Sleman Sri Purnomo, Rabu (01/11/2017) di Dusun Ngemplak Caturharjo. (solahudin alwi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Camat Sleman, Wildan Solichin, mengakui warganya masih ada yang memiliki kebiasaan kurang baik. Dia pun meminta para ketua RT dan RW maupun Dukuh ikut berkontribusi mengubah kebiasaan mereka.

“Bank BPD DIY sudah memberikan bantuan fisik merehab rumah tidak layak huni dan membuat jamban. Masih ada kebiasaan (sebagian warga) ke mana mereka buang air besar,” ujarnya, Rabu (01/11/2017), pada acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) di Dusun Ngemplak Caturharjo Sleman.

Menurut dia, sebagian dari 153 penerima manfaat bantuan CSR PT Bank BPD DIY itu masih ada 74 keluarga belum memiliki jamban.

“Ini tugas kita bersama mengubah perilaku untuk menuju Sleman Kabupaten Sehat. Rumah tangga sehat salah satunya memiliki jamban supaya tidak menebar penyakit ke mana-mana,” ungkapnya.

Soal jamban, setengah bercanda Bupati Sleman Sri Purnomo menyatakan Pemkab Sleman sangat mendorong gerakan tidak buang air besar sembarangan. “Yang belum punya jamban mudah-mudahan bisa nebeng nggone tanggane. Dan tanggane juga ikhlas,” kata dia.

Dia akan melakukan pengecekan ke Badan Amil Zakat, Infak dan Shadaqah (BAZIS) Sleman, kemungkinan ada anggaran untuk membantu pembuatan jamban.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan, Catuharjo dijadikan role model penanggulangan kemiskinan. Program sengaja dilaksanakan di satu kecamatan supaya penangananan kemiskinan bisa tuntas.

Selanjutnya, pelaksanaan program di Caturharjo ini bisa diterapkan di  86 desa lainnya, supaya semua warga tidak miskin lagi. “Kami titip untuk Pak Camat agar cermat dan melakukan evaluasi,” kata dia.

Sri Purnomo menambahkan, Pemkab akan terus melaksanakan rehab RTLH. Tahun 2017, dari sumber dana APBD Sleman dialokasikan untuk 257 unit rumah masing-masing senilai Rp 15 juta.

Dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2017 untuk 530 unit rumah. Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemda DIY untuk 547 unit diwujudkan dalam bentuk material bahan bangunan. Ditambah lagi dari bantuan stimulan swadaya 351 unit.

“Jadi, tahun ini ada total 1.716 unit RTLH yang dibangun. Alhamdulillah, data terakhir dari Dinas PUPR Sleman kita masih ada 4.299 unit RTLH. Ini jadi PR kami harapannya pada akhir masa jabatan kami, sudah tuntas,” ungkapnya. (sol)