Wah, Sudah Tiga Bulan LPG Langka

163

KORAN BERNAS.ID — Kelangkaan LPG 3 kilogram di Kabupaten Klaten sudah memasuki bulan ketiga, namun hingga kini penambahan fakultatif yang dilaksanakan pemda dan Pertamina belum juga efektif mengatasi kelangkaan itu. Ini disebabkan kebutuhan masyarakat akan LPG 3 kilogram terus meningkat.

Kenaikan permintaan diakui hampir semua pangkalan dan agen LPG 3 kilogram di daerah berpenduduk 1,4 juta jiwa ini. Semua itu tidak terlepas dari bermunculannya UKM (Usaha Kecil dan Menengah) di seluruh wilayah.

Sukardi, salah seorang pemilik pangkalan LPG 3 kilogram di Jatinom mengatakan setiap hari dia menerima kiriman 100 tabung LPG 3 kilogram dari agen. Namun begitu dikirim langsung habis.

“Bagaimana tidak langsung habis, Mas, belum ada kiriman pun sudah banyak warga nitip tabung di tempat saya,” ujarnya.

Senada, Mujinah selaku pemilik pangkalan di Desa Jonggrangan Klaten Utara saat ditemui di rumahnya menceritakan, setiap pengiriman hanya dapat jatah 40 tabung dari agen Dewata. Seminggu hanya dikirim tiga kali, jadi begitu ada kiriman dari agen langsung habis.

“Mas bisa lihat sendiri. LPG di tempat saya sudah habis dan rencananya nanti mau dikirim tapi sudah banyak warga nitip tabung. Makanya begitu ada kiriman langsung habis seketika,” katanya.

Baca Juga :  Bertani Dengan Keuntungan Hingga Rp 60 Juta Per Hektar?. Contohlah Sleman

Terjadinya kelangkaan lebih dikarenakan tingginya permintaan warga. Jika membeli LPG 3 kilogram di tingkat pengecer berkisar Rp 19 ribu hingga Rp 20 ribu per tabung maka di pangkalan hanya Rp 15.500 per tabung.

Kelangkaan LPG 3 kilogram tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan saja. Di Desa Mutihan Gantiwarno misalnya, pangkalan LPG 3 kilogram juga mengeluhkan kondisi itu. Tetapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena memang kondisinya seperti ini.

“Saya sering dikomplain warga. Dan ada juga yang nitip tabung kosong sampai berhari-hari di tempat saya agar dapat bagian, tetapi ya bagaimana lagi karena LPG-nya memang sulit,” kata Suharyanto, pemilik pangkalan LPG 3 kilogram di Desa Mutihan Gantiwarno.

Di tempat terpisah, Eko Setyo, koordinator agen LPG 3 kilogram wilayah Klaten menyatakan benar setelah lebaran kemarin memang terjadi kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram di masyarakat. Penyebabnya karena daya serap masyarakat sangat tinggi.

“Setelah lebaran kemarin memang tinggi penyerapannya. Padahal sudah ada tambahan fakultatif dua kali pada 8 September dan 18 September sebanyak 10 persen,” tuturnya seraya berkata kondisi ini erat kaitannya dengan tradisi masyarakat yang banyak punya hajat sebelum bulan Sura.

Eko menambahkkan untuk melihat langsung permasalahan di lapangan, pihaknya bersama Pertamina dan dinas terkait mengadakan survei di lapangan guna mencari pola yang tepat untuk mengatasinya.

Baca Juga :  Awas, Maling Laptop Sedang Marak

Salah satunya dengan memberdayakan dan mengoptimalkan keberadaan SPBU-SPBU yang notabene adalah pangkalan juga. “Kalau warga merasa sulit dapat LPG 3 kilogram di pangkalan terdekat bisa membeli di SPBU terdekat,” pintanya.

Pada bulan September 2017, ujar Eko, alokasi LPG 3 kilogram di Kabupaten Klaten sekitar 900 ribu tabung. Pendistribusiannya dilakukan oleh 12 agen dan 1.250-an pangkalan yang tersebar di seluruh wilayah.

Banyak pihak menyarankan agar upaya mengatasi masalah kelangkaan LPG 3 kilogram yang hampir setiap tahun terjadi, perlu aturan main bagi warga yang mampu. Sebab LPG 3 kilogram merupakan barang bersubsidi dan hanya untuk warga tidak mampu. Tetapi kenyataannya tidak sedikit warga mampu memakai LPG 3 kilogram untuk memasak maupun keperluan lain.

“Paling tidak ada semacam edaran dari bupati atau pejabat vertikal yang melarang stafnya dengan golongan atau pangkat tertentu untuk tidak menggunakan LPG 3 kilogram. Sebab LPG 3 kilogram merupakan barang subsidi untuk warga miskin. Kalau ada orang mampu, punya mobil dan rumah bagus pakai LPG 3 kilogram artinya salah sasaran,” jelas Bagus, warga Ngawen Klaten kepada koranbernas.id. (sol)