Wahyulin Aprilia Majukan Kesehatan Remaja di Purbalinga

154

KORANBERNAS.ID –-Ada perasaan bangga pada diri Wahyulin Aprilia, ketika diumumkan oleh Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsosdalduk KB PP dan PA) Kabupaten Purbalingga sebagai juara pertama pemilihan Duta GenRe putri jalur pendidikan Kabupaten Purbalingga tahun 2018.

Selanjutnya, gadis berusia 22 tahun kelahiran 16 April 1996 yang kini tinggal di Desa Sokanegara, Kecamatan Kejobong ini, akan mewakili Kabupaten Purbalingga pada pemilihan Duta GenRe tingkat Provinsi Jawa-Tengah, Agustus mendatang.

“Bangga bercampur haru. Saya siap membawa nama Purbalingga untuk menjadi yang terbaik,” ujar Ulin,demikian panggilan gadis yang kini tinggal di Desa Sokenagera,Kecamatan Kejobong , Purbalingga ini ketika ditemui www.koranbernas.id di rumahnya, Minggu (1/7/2018)

Ya,dari Desa Sokanegara ini lah, lahir sosok pemuda inspiratif bernama Wahyulin Aprilia, yang Februari 2018 lalu diwisuda dari D4 Kebidanan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada,Yogyakarta, dengan hasil memuaskan.

Ulin yang dikenal memiliki segudang prestasi ini merupakan putri bungsu dan anak perempuan satu-satunya dari pasangan Bapak Suwandi dan Ibu Sumini. Kedua kakak kandungnya Sugiyono dan Budi Santosa saat ini sudah berkeluarga dan masing-masing memiliki dua orang anak.

Selain berbakat pada dunia public speaking yang dibuktikan dengan intensnya Ulin menjadi pembicara pada seminar dan kajian seputar kesehatan wanita, Ulin juga memiliki prestasi yang lain.

Bagi Ulin, dia ingin memiliki minimal satu prestasi ditiap tahunnya, dan hal ini sudah berhasil ia capai hingga saat ini. Dimulai pada tahun 2012 saat menduduki bangku SMA, Ulin sebagai salah satu anggota tim berhasil meraih juara umum dan penulisan terbaik Mading Kalam Siswa Award tingkat Karesidenan Banyumas, dan pada tahun 2013 berhasil meraih nilai UN Matematika tertinggi di SMA Negeri 1 Kejobong, Purbalingga.

Prestasinya terus berlanjut saat duduk di bangku kuliah. Ditengah kesibukannya pada berbagai organisasi seperti Himpunan Mahasiswa Kebidanan UGM dan BEM KM Sekolah Vokasi UGM, Ulin juga tetap mengukir prestasi.

Pada tahun pertama kuliahnya, dengan mengusung tema pengabdian masyarakat lintas sektor, dia bersama tim berhasil meraih juara 1 lomba Gadjah Mada Berkarya. Pada tahun kedua (2015), setelah melewati seleksi yang panjang Ulin berhasil menjadi salah satu dari sepuluh peraih beasiswa berprestasi UGM Residence.

Pada tahun ketiga, Ulin memutuskan untuk mengikuti program pembinaan di Pondok Pesenatren Mahasiswi Asma Amanina Yogyakarta. Komitmen Ulin untuk mengikuti seluruh program wajib asrama tidak menghalanginya untuk terus mengembangkan dirinya di kampus dan masyarakat. Pada tahun 2016, Ulin mengikuti ajang bergengsi pemilihan Duta Santri Nasional dan berhasil masuk dalam 10 Besar Finalis Duta Santri.

Baca Juga :  Bambanglipuro Bakal Sapu Bersih

Tahun 2017, kerja kerasnya bersama tim PKM Pengabdian Masyarakat UGM, berhasil meraih medali Perunggu dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXX di Makassar, Sulawesi Selatan. Pada Di tahun yang sama, Ulin juga mengikuti Asean Startup Accelerator 2nd Class di Singapore atas beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Tahun ini, setelah melewati 3 tahap seleksi, Ulin berhasil meraih Juara 1 Duta Generasi Berencana (Duta GenRe) Kabupaten Purbalingga dan akan maju pada pemilihan Duta GenRe tingkat Provinsi Jawa Tengah Agustus mendatang.

Prestasi Ulin yang beragam dari kancah nasional hingga internasional, digerakkan oleh kepeduliannya terhadap lingkungan masyarakat di sekitarnya, baik di desa asal maupun di kota Yogyakarta.

Semasa masih kuliah di Yogyakarta, Ulin bersama Pemuda Desa Sokanegara sudah menggagas terbentuknya Karang Taruna Mekar di desanya. “Saat pembentukan awal, saya masih kuliah di Jogja, memantau gerak teman-teman di daerah dari jarak jauh.

“Walau kami berjauhan, kami tetap berkomunikasi. Alhamdulillah bisa tetap berjalan baik, sesekali saya menyempatkan pulang untuk koordinasi langsung dengan teman-teman di rumah”, ujar Ulin yang juga alumni SMPN 1 Bukateja dan SMAN 1 Kejobong ini.

Sejak dibentuk hingga saat ini Karang Taruna Mekar sangat aktif menjalankan kegiatan di masyarakat. Selain aktif berkegiatan di desa, Karang Taruna Mekar juga mendulang banyak prestasi, salah satunya, di tiga tahun terakhir Karang Taruna Mekar berturut-turut berhasil meraih Juara 1 lomba karnaval pada peringatan hari kemerdekaan Indonesia.

Cinta Dunia Kesehatan

Ulin memiliki passion terutama di dunia kesehatan remaja. Menurutnya, remaja merupakan masa transisi yang perlu diarahkan dengan baik, dimana remaja merupakan generasi penerus bangsa yang perlu dipersiapkan menjadi manusia sehat dan berkualitas. Namun sejauh ini, upaya memaksimalkan peran itu belum terlaksana dengan baik. Hal tersebut ditandai dengan masih banyaknya permasalahan kesehatan yang ditemui pada remaja.

Besarnya cinta Ulin kepada dunia kesehatan remaja membuatnya tak ingin duduk manis di tengah berbagai permasalahan yang terjadi. Berbekal kemampuan yang ia punya, ia bertekad dan memutuskan untuk bergabung menjadi tim Pembina di Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) SMA Negeri 1 Kejobong dan mulai mengenal dunia remaja secara lebih dekat. Menurutnya, remaja saat ini perlu sentuhan dengan cara lain yang lebih menarik.

Selain di Kejobong, dia juga aktif melakukan sosialisasi kesehatan kepada remaja di beberapa daerah di Purbalingga dan semangat menjalani proses penggalian pengetahuan dan sikap remaja mengenai kesehatan mereka. Setelah melakukan survey di beberapa lokasi, Ulin menemui kesimpulan bahwa mayoritas remaja memang belum memahami kesehatannya dengan baik.

Baca Juga :  Sampah Harus Disayang, Seperti Apa ?

Prihatin dengan masalah kesehatan remaja yang juga terjadi di Purbalingga, bulan Juni lalu Ulin berinisiatif membentuk komunitas “Juru Kesehatan Remaja” atau lebih dikenal dengan sebutan JUARA Purbalingga dibawah bimbingan Kepala Puskesmas Mrebet, Drg.Rahayu. Kegiatan JUARA sudah terpublikasi di seluruh elemen kabupaten Purbalingga dan disambut dengan sangat baik oleh berbagai stakeholder yang terlibat.

Pemuda yang pernah bekerja selama enam bulan di Yayasan Tilawah Al Akbar Yogyakarta ini mengatakan, dulu saat di Jogja dia memiliki sosok inspiratif yang semangatnya luar biasa, bahkan saat sakit sekalipun beliau masih tetap bekerja dan membawa obat ke tempat kerjanya.

Semangat itulah yang terus menemaninya meski sudah kembali ke Purbalingga. “Namanya Ustadz Akbar Sandro Yudho Dhiharso, S.Sos.I., M.S.I, beliau direktur di tempat saya bekerja, saat itu saya bersama tim yang lain pernah semalaman suntuk membahas materi karakter dan kedirekturan, dari beliau saya banyak belajar tentang kehidupan dan melihat sisi lain dari makna kegagalan”. Ujar Ulin saat ditemui tim redaksi.

Padatnya kegiatan Ulin tidak membuatnya berkeluh kesah, disela-sela kegiatannya, setiap Senin dan Kamis pagi ia selalu menyempatkan diri untuk menemani ibunya belanja di pasar Bandingan, kecamatan Kejobong. Sejak 1980 ibunya sudah berjualan di rumah dan rutin belanja di pasar, dan sejak kecil Ulin sudah biasa di gendong dan diajak keliling.

“Mungkin karena sudah biasa melihat bapak ibu kerja keras, jadi saya terbawa dengan ritme kerja mereka,“ ujar Ulin.

Hingga sekarang, saat musim liburan sekolah dan liburan semester Ulin selalu mengikuti ibunya di belakang dan siap menjadi “kuli” untuknya setiap waktu dibutuhkan. Hampir semua penjual di pasar mengenalnya dengan baik, mereka menyapa dengan ramah dan renyah ketika bertemu dengan Ulin. Kehidupan Ulin tidak banyak berubah sejak SD hingga sekarang sudah tamat Sarjana. Ulin memang dikenal ramah kepada siapapun dan tidak membeda-bedakan pangkat dan pendidikan.

“Keluargaku selalu mengajarkan untuk ramah senyum dan sopan kepada siapapun, kepada tukang parkir, tukang sapu, pedagang di pasar dan lain-lain. Ajaran itu terus terpatri hingga saat ini dan akan saya ajarkan kepada anak saya nantinya,” ujar Ulin.

Melihat kegiatan putri bungsunya itu, ibu dan ayahnya selalu mendukung setiap kegiatan yang Ulin geluti. Ibu dan ayahnya tak pernah berhenti mendoakan demi keberhasilan dan kesuksesan putra-putrinya.(yve)