Wajah Ngatemi Berseri-seri Kala Mobil Tangki Air Datang

286
Warga Dusun Bulu Siluk antusias saat ada droping air bersih dari Dinsos Bantul bersama relawan Tagana, Senin (18/9/2017) siang. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Ngatemi (55), warga RT 02 Bulu Dusun Siluk 1 Desa Selopamioro Imogiri Bantul itu wajahnya terlihat berseri-seri, tatkala mobil tangki warna biru yang ditunggu-tunggu itu datang dan berhenti di dekat rumahnya, Senin (18/09/2017) siang. Bersama warga lain, bergegaslah dia mengambil ember bulat ataupun panjang, kemudian diletakkan berjejer dengan tong yang dibawa tetangganya.  Juga alat penampung air lainnya.

Maka ketika selang yang dibawa petugas dari Dinas Sosial (Dinsos) Bantul dibantu relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) tersebut mengeluarkan air, rona bahagia langsung terpancar. Saat ember sudah terisi air  penuh, dengan semangat perempuan paruh baya itu memikul air dan dibawa ke rumahnya yang berjarak puluhan meter dari lokasi droping air.

[nk_awb awb_type=”image” awb_image=”1370″ awb_image_size=”td_324x400″ awb_parallax=”scroll” awb_parallax_speed=”0.5″ awb_parallax_mobile=”true” awb_mouse_parallax=”true” awb_mouse_parallax_size=”30″ awb_mouse_parallax_speed=”10000″]

Baca Juga :  Gunungkidul Siap Hadapi Natal dan Tahun Baru 2018

 

 

 

 

 

[/nk_awb]

Nek bantuan air ngagem tangki menika jarang. Kula bingung sampun dangu toya asat (kalau bantuan air menggunakan tangki itu jarang. Saya bingung sudah lama air mengering),” kata Ngatemi kepada koranbernas.id di lokasi droping air.

Selama ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih, dirinya membeli dengan cara menyewa di sumur bor pedukuhan sebelahnya. Satu jam sewa mereka membayar Rp 20.000. Biasanya untuk memenuhi satu bak penampungan air di rumahnya, Ngatemi menghabiskan uang Rp 30.000 hingga Rp 50.000 tergantung debit air yang keluar dari sumur bor tersebut.

Satu bak akan habis sekitar seminggu untuk keperluan  sehari-hari termasuk memasak, mandi dan mencuci. “Tetapi kalau nyucinya di sungai, air bisa awet hingga dua minggu,” katanya.

Baca Juga :  Warga Minggir Ketiban Rejeki Rumah

Senada, Suwandi dan Sabar dari RT 07 Bulu  mengakui air sudah sulit mereka peroleh. “Asalkan musim kemarau panjang, pasti air sulit didapat,” katanya.

Mereka mengucapkan terima kasih kepada pihak yang sudah memberikan bantuan. “Tentu bantuan selanjutnya masih sangat kami harapkan,” katanya.

Wakil Ketua Tagana Bantul, Yuli Agus Purwanto,  mengatakan warga yang kesulitan air karena dampak kekeringan bisa mengajukan permohonan bantuan ke Dinsos Bantul. Mereka saat ini mendapat alokasi anggaran dari Dinsos DIY sebanyak 150 tangki dan yang sudah tersalurkan 106 tangki.

Selain itu, ada juga program Corporate Social responsibility (CSR) dari perusahaan yang ada di Bantul   30 tangki. “Yang sudah tersalur total ada 136  tangki,” katanya. (sol)