Wakil Rakyat Dukung Penambahan Dana Tak Terduga

261
Pedagang Pasar Wonokriyo menyelamatkan barang dagangan. Sebagian besar, sudah dalam kondisi rusak dan tidak layak dijual. (nanang w hartono/koranbernas.id)

 KORANBERNAS.ID–Kebakaran Pasar Wonokriyo, di Kota Gombong, mendapat simpati kalangan DPRD Kabupaten Kebumen. Para wakil rakyat, meminta kepada Pemkab agar segera turun tangan membantu pedagang yang menjadi korban kebakaran. Untuk penanganan darurat, seperti tempat berdagang sementara, DPRD Kebumen setuju ada penambahan dana tak terduga untuk bencana.

Hal itu muncul pada rapat paripurna DPRD Kabupaten Kebumen, dengan acara persetujuan Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja (Raperda APBD) Perubahan tahun anggaran 2017, Kamis (07/09/2017).

Ketua DPRD Kabupaten Kebumen H Cipto Waluyo SKep Ns ketika memberikan pengantar pada rapat paripurna mengatakan, dewan Kebumen setuju untuk menambah anggaran dana tak terduga untuk penanganan bencana.

Pernyataan yang sama juga disampaikan juru bicara 8 fraksi dalam kata akhir fraksinya. Fraksi-fraksi di DPRD Kabupaten Kebumen menyatakan simpati dan turut prihatin dengan kasus kebakaran yang terjadi.

Seluruh fraksi menyatakan setuju adanya penambahan  anggaran untuk  penanganan bencana. Sehingga, korban  bencana seperti pedagang Pasar Wonokriyo, segera dapat diberi bantuan. Termasuk bantuan berupa tempat berdagang darurat agar mereka dapat meneruskan aktivitas.

Pasar Wonokriyo yang dibangun PT Karsa Bayu Bangun Perkasa tahun 1995, terdiri dari beberapa bangunan. Pasar 2 lantai, rumah toko, pasar tradisional dan pasar pagi. Dalam kasus kebakaran ini, yang menjadi korban adalah bangunan los makanan, kelontong  dan pakaian.

Saat awal beroperasinya pasar, para pedagang ini menempati area di lantai 2. Tapi karena penjualan di lantai 2 sepi, mereka pindah ke pasar tradisional. Sehingga area berdagang di lantai 2 selama bertahun-tahun mangkrak tidak difungsikan.

Pantauan koranbernas.id, pasca kebakaran sejumlah pedagang masih nampak menyelamatkan barang-barang dagangan yang dipandang masih bernilai.

Kerugian para pedagang cukup bervariasi. Tapi diperkirakan mencapai kisaran belasan hingga puluhan juta rupiah.  Bahkan ada pedagang yang mengaku baru saja mendapatkan pinjaman modal dari bank senilai Rp 25 juta. Sayang, belum juga dagangan laku dan bisa mengembalikan pinjaman, musibah ini lebih dulu datang dan meludeskan dagangannya.(Nanang W Hartono/SM)