Wakili DIY, Siswa SMA Muha Bawa Pulang Emas OSN

477
Ketua Dikdasmen PWM DIY, Arif Budi Raharjo bersama Kepala SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Slamet Purwo memberikan selamat pada Yuanditra San yang meraih medali emas OSN 2018 disela penjemputan kontingen DIY di Bandara Adisutjipto, Minggu (07/07/2018). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Salah seorang siswa SMA Muhammadiyah 2 (Muha) Yogyakarta menorehan prestasi yang membanggakan dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2018 di Padang, Sumatera Barat, 2-6 Juli 2018. Siswa kelas XII IPA atas nama Yuanditra San atau akrab disapa Andi berhasil meraih medali emas untuk kategori Kebumian.

Andi menjadi satu dari tiga kontingen OSN IY yang meraih medali emas. Berada di peringkat keenam, DIY tahun ini meraih tiga medali emas, enam medali perak dan 16 medali perunggu.

Ketua Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Arif Budi Raharjo disela penjemputan kontingen DIY di Bandara Adisutjipto, Sabtu (07/07/2018) mengapresiasi prestasi tersebut. Apalagi medali emas dipersembahkan siswa dari sekolah Muhammadiyah.

“Prestasi ini menandakan sekolah-sekolah Muhammadiyah memiliki kompetensi di bidang akademik,” ungkapnya.

Kedepan Muhammadiyah akan mengembangkan training center untuk meningkatkan prestasi peserta didiknya. Organisasi masyarakat itu berencana menggandeng pakar dalam memberikan pendampingan pada guru dan sekolah untuk meningkatkan kompetensi para siswanya.

“Selama ini selain di OSN, para siswa Muhammadiyah juga ikut lomba olympicad dibawah Muhammadiyah. Lomba tersebut menjadi salah satu indikator kesiapan Muhammadiyah untuk ikut lomba-lomba lain,” jelasnya.

Kepala SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Slamet Purwo mengungkapkan kebanggaannya akan prestasi Andi. Siswa asal Kalasan tersebut selama ini dikenal merupakan anak yang berprestasi dengan kesederhanaannya.

“Andi mendapatkan beasiswa untuk masuk ke sekolah kami karena meraih nilai ujian nasional terbaik di sekolahnya. Selain gratis SPP, Andi juga mendapatkan biaya hidup enam ratus ribu per bulan dari ikatan alumni sekolah IKAMUHA selama ini,” paparnya.

Sementara Andi mengaku tidak menyangka bisa mendapatkan medali emas. Awalnya ditengah persaingan yang ketat, dia berpikir hanya akan meraih medali perunggu.

“Ada tes tertulis dan lapangan yang cukup sulit, apalagi rata-rata peserta juga bagus. Namun bangga akhirnya bisa menyumbangkan emas untuk tim DIY,” tandasnya.

Sebelumnya siswa kelahiran 1 Februari 2001 tersebut pada awalnya terpilih untuk mengikuti seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Kota Yogyakarta pada 28 Februari 2018 lalu untuk kategori Kebumian. Dalam seleksi itu, sekitar enam puluh dua siswa yang mengerjakan soal teori.

Anak kedua dari lima bersaudara itu berhasil meraih peringkat II dalam seleksi Kota Yogyakarta. Andi pun terpilih menjadi salah satu peserta yang mewakili Kota Yogyakarta di tingkat DIY. Di tingkat propinsi, Andi mengikuti karantina bersama 30-an siswa dari empat kabupaten lain pada April 2018 lalu. Hasil terbaik kembali dicapai Andi karena dia berhasil meraih peringkat terbaik di tingkat propinsi. Dia terpilih mewakili DIY untuk melaju ke OSN.

OSN 2018 tahun ini diikuti perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia dengan jumlah kontingen yang mencapai 1.672 siswa. Seluruh kontingen terdiri dari jenjang SD, SMP dan SMA

Untuk jenjang SMA, peserta mengikuti lomba sembilan mata pelajaran (mapel) yakni Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Geografi, Ekonomi, Kebumian, Astronomi dan Komputer. Setiap mata pelajaran yang dilombakan masing-masing akan diikuti 85 orang. (yve)