Wanita Jaman Now, Tak Takut Jadi Supir Taksi Online

1219
Ny Murgan, sedikit dari perempuan yang menjadi driver atau sopir taksi online tengah bekerja, beberapa waktu lalu. (yvestaputu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Zaman Now, boleh dibilang zaman kebebasan bagi kaum wanita. Tak ada sekat lagi, mana kerja wanita, mana kerja kaum pria.

Tentara, polisi yang dulu hanya diperuntukkan bagi pria, sudah sejak lama dimasuki kaum wanita. Sopir bus malam yang penuh resiko pun, ada wanita yang gagah perkasa berani menjalaninya. Apalagi sekarang, ketika pintu kerja kaum hawa semakin terbuka lebar, menjadi tukang ojek dan pengemudi taksi online, kaum wanita pun berduyun-duyun memanfaatkan kesempatan.

Salah satu di antaranya adalah Ny Murgan. Usianya tak muda lagi, 52 tahun. Wanita berjilbab itu bertutur kata lembut. Menghapus kesan miring kehidupan driver yang keras.

Apa yang memotivasi dia menjadi driver taksi online? “Faktor ekonomi,” katanya dengan suara renyah tapi tegas.

Sebelumnya, dia sudah punya usaha warung makan di dekat Pasar Ngasem Yogyakarta. Tetapi dia merasa capek dan jenuh. Akhirnya dia nencoba melirik kerja sebagai driver, memanfaatkan mobil miliknya.

Apakah kerja sebagai driver cukup prospektif? “Ya, kalau memang ditekuni dengan serius” katanya dalam perjalanan mengantar koranbernas.id ke Mlati Sleman, beberapa waktu lalu.

Mobilnya sangat nyaman. Baru tiga bulan, plat nomornya masih putih. Awalnya, mobilnya Avanza tahun pembuatan 2012. Karena perusahaan memberkakukan aturan, mobil paling tua berumur lima tahun. Akhirnya dia pun menjual mobil lama untuk menjadi panjar mengambil kredit mobil baru. Harganya Rp 252 juta, dua kali lipat dibanding harga mobil lamanya.

Baca Juga :  Sleman Miliki Rumah Kreatif Bapas

Dengan manajemen yang bagus, cicilan itu bisa tertutup. Rata-rata pendapatannya mencapai angka sekitar Rp 8 juta sebulan. Meskipun dia harus putar kota, Ny Murgan merasa puas karena ternyata lebih merasa capek mengurus warung dibanding nyopir.

Tidak hanya di kota, dia juga sering mendapat order mengantar penumpang ke berbagai kota di Jateng. Pulang malam, itu sesuatu yang biasa. Bahkan pernah sampai rumah lewat tengah malam.
Pernah mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari penumpang? “Alhamdulillah tidak. Mungkin tergantung bagaimana membawa diri saja,” katanya.

Pernah pula mendapat penumpang yang bau minuman keras. Tidak takut? “wah, kalau takut ya jangan kerja di jalan,” katanya enteng.

Karena merasa lebih nyaman menjadi driver, warung makannya kemudian diserahksn pada orang kepercayaannya. Suaminya terntata juga pujya profesi sama, yakni juga driver taksi online.

Menata Hati
Wanita yang petnah kuliah di Jurusan Sastra Indonesia UGM itu sebenarnya dikaruniai tiga anak. Tetapi satu orang meninggal, lantaran terlahir prematur dengan berat badan sangat rendah. Seorang anaknya, ditakdirkan Allah meninggal karena kecelakaan lalulintas. Padahal sudah remaja, sekolah di SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Kalau mengalami hancur hatinya, pasti sangat bisa dimengerti.

Baca Juga :  Menikmati Terbitnya Matahari dan Lautan Pasir Bromo

“Saya sebenarnya sudah belajar ikhlas bahwa itu takdir Allah yang harus saya jalani. Tetapi kadar ikhlas saya bertambahnya sedikit-sedikit saja. Sehingga saya butuh waktu lima tahun untuk bangkit lagi,” katanya dengan suara sangat dalam.

Maklum, tiga belas tahun momong, bukan waktu yang pendek. Kini dia tinggal punya seorang anak, yang digadang memberikan ridha bisa menjadi penyambung sejarah hudup kedua orangtuanya.

Kini, wanita yang masih terlihat cantik pada usia lebih dari setengah abad ini, setiap hari sibuk di belakang kemudi mobil barunya. Mengantar pelanggan sesuai tujuan, bekerja secara profesional sehingga dia tetap dihormati sebagai driver wanita. Apalagi, pekerjaan ini selain memberikan penghasilan, juga membawa kegembiraan serta memperluas pergaulan. Sekaligus terus menata hati untuk bisa ikhlas menjalani pepesthen Allah, Sang Maha Sutradara. (yve)