Wanita Linglung Mengakhiri Hidup di Rel

267
ilustrasi

KORANBERNAS.ID–Jumat (06/10/2017) sekitar pukul 06.00 WIB, Siti Aminah (38) warga Pedukuhan Kauman, Tirtorahayu, Kecamatan Galur diketemukan tewas di rel kereta api barat Stasiun Wates. Diduga dia tertabrak kereta api Prameks jurusan Kutoarjo – Solo

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Wates. Dan setelah selesai diidentifikasi oleh petugas dan dimandikan langsung diserahkan kepada keluarganya.

Menurut Sudaryati (42) salah seorang kerabat korban, sebelum pergi pada Jumat pagi, Siti sempat meninggalkan surat wasiat yang ia tulis dan ditinggalkan di atas TV. Dalam surat wasiat tersebut Siti menulis, dirinya pergi ke perlintasan kereta untuk menyusul almarhum suaminya dan menitipkan anaknya. Suaminya ini sudah meninggal setahun yang lalu.

“Kalau nggak salah tulisan suratnya berbunyi Aku lungo nyusul Pak Walid. Aku ninggal duit ning ngisor kasur. Titip cempluk. (Aku pergi menyusul Pak Walid. Aku meninggalkan uang di bawah kasur. Titip Cempluk),” kata Sudaryati ditemui di kamar jenazah RSUD Wates, Jumat (06/10/2017).

Dengan adanya surat wasiat tersebut diduga dia memang sengaja bunuh diri.

Siti meninggalkan dua orang anak. Anak tertuanya kini tengah bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) 1 Kulon Progo, sedangkan anak bungsunya berusia 6 tahun dan masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK).

Sudaryati bertutur,  Siti pernah mengalami gangguan kejiwaan yakni linglung dan selalu merasa bingung. Kemudian sembuh setelah memiliki anak.

“Tapi setelah suaminya meninggal sekitar satu tahun yang lalu. Almarhum Siti kembali kelihatan linglung dan bingung. Bahkan anaknya dititipkan kepada kerabatnya dengan alasan kasihan,” pungkas Sudaryati.

Jenazah Siti Aminah kemudian dimakamkan dimakam kampungnya,  Kauman Tirtorahayu Galur Kulonprogo.(SM)