Wanprestasi Kontrak Kerja, Empat Pemborong Didenda

209
Meski dikenai denda karena terlambat, pekerja masih menggarap talud di pinggir Jalan Cokro-Daleman Tulung, Jumat (03/11/2017). Padahal proyek tersebut harus selesai 2 November 2017. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Empat penyedia jasa (pemborong) yang mengerjakan.proyek jalan di Kabupaten Klaten terpaksa dikenai sanksi denda karena mengingkari kontrak kerja. Adapun wujud pengingkaran itu yakni tidak selesainya pelaksanaan proyek sesuai jadwal.

“Kontrak mereka berakhir tanggal 2 Nopember kemarin. Karena tidak selesai kami denda terhitung tanggal 3 Nopember sampai selesai pekerjaan maksimal 50 hari. Besarnya denda 1/1000 dikali nilai kontrak per hari keterlambatan,” kata Plt Kepala Bidang Bina Marga DPU Penataan Ruang Kabupaten Klaten Suryanto, Jumat (03/11/2017).

Empat pemborong tersebut, satu diantaranya PT Karya Jati Tata Mandiri Sukoharjo yang mengerjakan ruas Jalan Cokro-Daleman Tulung. Proyek senilai Rp 6.160.588.000 itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2017.

Suryanto menambahkan proyek tersebut didenda karena ada pengerjaan talud yang belum rampung. Padahal sejak awal pihaknya telah melihat adanya keterlambatan dalam pengerjaan.

Proyek lain yang dikenai denda tersebut yakni pengerjaan jalan Manisrenggo-Kadilaju, Jalan Ir Soekarno Klaten dan Jalan Totogan-Karanglo. Semuanya dikenai denda sesuai aturan berlaku.

Sementara itu salah seorang pemborong yang mengerjakan proyek tersebut mengatakan permasalahan di lapangan yakni banyaknya pohon turus jalan berusia puluhan bahkan ratusan tahun yang harus ditebang sampai akarnya. Sebab pekerjaan tidak hanya pengaspalan tapi juga pelebaran dan pasang talud.

“Yang membuat lama ngurus pohon itu mas. Kalau pohonnya cuna satu atau dua tidak masalah. Tapi ini belasan pohon,” ujar pemborong yang menolak disebutkan identitasnya.

Kepala DPU Penataan Ruang Tajudin Akbar membenarkan adanya 4 pemborong yang dikenai denda karena proyeknya tidak rampung. (yve)