Warga 112 Desa Sepakat Tak Lagi BAB Sembarangan

92
Bupati Kebumen HM  Yahya Fuad   menyerahkan  sertifikat  The Ambassador  for STMB Distrik kepada Camat Kuwarasan Triyono, Rabu (20/12/2017) (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Sejumlah 112 desa dari 460 desa/kelurahan di wilayah Kabupaten Kebumen warganya tidak lagi sembarangan   buang air besar  atau BAB, menyusul 67 desa mendeklarasikan diri stop BAB sembarangan.

Deklarasi tersebut merupakan bagian dari program Strategi Nasional (SN) Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). “Desa-desa yang dinyatakan bebas BAB sembarangan, lebih banyak disebabkan tumbuhnya kesadaran warganya,” ungkap Kusbiyantoro SKM Mkes, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kebumen, Kamis (21/12/2017).

Didampingi Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja dan Kesehatan Olahraga, Joko Wiyono SKM MM, kepada koranbernas dia menyampaikan warga sudah sepakat BAB tidak di tempat umum, seperti  sungai atau  saluran air irigasi. Sedangkan bantuan jamban hanya diperuntukkan keluarga tidak mampu.

Baca Juga :  Listrik Padam, Peserta UNBK Bingung

Dari 67 desa yang mendeklarasikan warganya tidak BAB sembarangan, sebanyak 23 desa  berada di Kecamatan Kuwarasan.

Atas prestasi itu, Camat Kuwarasan  Triyono SH menerima sertifikat The Ambassador For STBM Distrik, sebagai kecamatan dengan desa Open Defekton Free (ODF) atau suatu kondisi ketika setiap individu dalam satu komunitas tidak buang air besar sembarangan terbanyak.

Sertifikat juga diberikan kepada UPTD Puskesmas Kuwarasan dengan sertifikat Tim Leader Education for STBM Distrik.

Setiap kepala desa yang desanya dinyatakan ODGF, menerima  sertifikat Open Defecton Free. Sertifikat diserahkan Bupati Kebumen HM Yahya Fuad saat deklarasi  di Kuwarasan, Rabu (20/12/2017).

Lebih lanjut Joko Wiyono mengungkapkan, sebagian besar desa  di Kebumen yang belum memperoleh predikat ODF, lebih  banyak disebabkan adanya sebagian  warganya  BAB sembarangan di  sungai atau saluran irigasi.

Baca Juga :  Berhentilah Menistakan Air Hujan

Dinas  Kesehatan  Kebumen terutama puskesmas terus melakukan pembinaan ke desa-desa yang belum ODF. Tujuannya menumbuhkan kesadaran dan mengubah perilaku BAB sembarangan.

Kesadaran itu hal yang utama dibanding memberi bantuan jamban. “Bantuan jamban hanya untuk keluarga miskin,“ kata Joko Wiyono.  (sol)