Warga Babadan Mendemo Tower Selular

159

KORANBERNAS.ID–Puluhan warga Dukuh Babatan Desa Tloyo Kecamatan Wonosari Klaten, menggelar aksi damai di Kantor Kepala Desa Tloyo , Kamis (02/082018). Warga menyampaikan aspirasinya menuntut penutupan  tower selular yang telah habis izinnya.

Koordinator aksi Kirdi Hari Legowo menceritakan, tower selular milik Telkomsel itu didirikan pada tahun 2.000 dengan izin sewa selama 15 tahun. Artinya izin itu sudah berakhir pada tahun 2015.

“Ini sudah tahun 2018. Kami warga di sekitar tower tidak pernah tahu kelanjutannya. Soalnya pada saat sosialisasi dulu kami cuma diundang, disangoni Rp 100 ribu dan nasi bungkus. Yang diajak sosialisasi cuma orang-orang tertentu saja,” kata Kirdi kepada wartawan di Kantor Kepala Desa Teloyo.

Selain perizinan yang disebutkan warga telah berakhir, mereka juga merasa khawatir akan keselamatan warga. Warga merasa terancam keselamatannya dengan berdirinya tower setinggi lebih dari 75 meter di tengah perkampungan penduduk. Kekhawatiran makin menjadi, lantaran sejak tower berdiri sudah ada beberapa mur yang copot.

Menanggapi tuntutan warga itu, Kepala Desa Tloyo Soedarto mengatakan bahwa berdasarkan informasi dan bukti yang diperoleh dari Dinas Penanaman Modal, Perijinan Terpadu Satu Pintu Klaten bahwa secara administrasi pihak PT Telkomsel telah memenuhi persyaratan.

“Secara administrasi sudah dipenuhi Telkomsel. IMB tower sudah ada tahun 2005 dan izin HO juga pada tahun 2012 sudah ditiadakan,” ujar Soedarto.

Meski sudah memenuhi administrasi namun untuk mendirikan tower selular ada proses yang harus dipenuhi. Namun Soedarto mengembalikan kepada warga atas tuntutannya.

Karena warga tetap pada tuntutannya yakni penutupan tower dan dugaan adanya pemalsuan tanda tangan persetujuan warga maka jalan satu-satunya adalah melalui pengadilan. Warga juga menolak adanya mediasi dengan pihak Telkomsel. (SM)