Warga Balerante Sempat Panik dan Tinggalkan Rumahnya

135

KORANBERNAS.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten membagikan ribuan masker kepada warga tiga desa di kawasan Gunung Merapi, Jumat (11/05/2018).

Langkah itu dilakukan menyusul adanya kepanikan warga akibat erupsi Gunung Merapi yang terjadi Jumat pagi.

Pembagian masker itu untuk warga Desa Balerante   Desa Tegalmulyo dan Desa Sidorejo Kecamatan Kemalang yang telah meninggalkan rumahnya dan berkumpul di titik pengungsian akibat adanya erupsi freatik Gunung Merapi.

“Masker sudah dibagikan kepada warga. Tadi sudah ada yang meninggalkan rumah dan berkumpul di titik pengungsian. Karena erupsinya tidak berbahaya maka warga sudah kami sarankan pulang ke rumah masing-masing,” kata Kepala BPBD Klaten Bambang Giyanto.

Saran dari BPBD itu ditindaklanjuti warga dan tidak lama berselang warga pun meninggalkan titik pengungsian untuk selanjutnya kembali ke rumah masing-masing.

Beberapa warga mengaku panik saat mengetahui adanya erupsi Gunung Merapi sekitar pukul 07:40. Mereka berbondong-bondong meninggalkan rumah dan mencari tempat aman.

Ya panik, Pak. Lari menyelamatkan diri dengan membawa barang seadanya. Tapi  tadi sudah ada penjelasan dari pemda dan kami disarankan pulang ke rumah masing-masing karena informasinya letusan tadi tidak berbahaya,” jelas Agung, warga Desa Balerante Kemalang.

Sementara itu, peristiwa terjadinya erupsi Gunung Merapi justru diabadikan warga dengan berfoto-foto. Di beberapa ruas jalan seperti Jalan Klaten-Boyolali tepatnya Desa Majegan Tulung, Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Klaten dan Jalan Kebonarum-Kemalang justru dipadati warga mengabadikan erupsi Gunung Merapi.

Mereka menumpuk di pinggir jalan hingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas dikawasan itu. “Letusannya tiba-tiba saja, Pak. Kebetulan cuaca cerah dan pemandangan Gunung Merapi jelas sekali. Saya ambil saja fotonya,” ujar Rahmad, warga Pulisen Boyolali yang sedang melintas di daerah Majegan Tulung. (sol)