Warga Banguntapan Mangayubagya Pelantikan Gubernur DIY

278
Muspika Banguntapan memotong tumpeng dalam acara kenduri tasyakuran  di Pendapa Kecamatan Banguntapan, Jumat (13/10/2017) malam. (sari wijaya/koran bernas.id)

KORAN BERNAS.ID — Kenduri sebagai wujud syukur dan doa keselamatan merupakan tradisi masyarakat di Jawa. Tidak terkecuali warga Kecamatan Banguntapan juga menggelar kenduri selamatan di pendapa kecamatan setempat, Jumat (13/10/2017) malam.

Kenduri ini sebagai wujud rasa syukur atas dilantiknya Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai Gubernur DIY periode 2017-2022 berdampingan dengan Paku Alam X sebagai wakil Gubernur DIY, oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara Jakarta 10 Oktober silam.

Kenduri diawali lantunan tembang panembrama pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY dibawakan Paguyuban Macapat “Retno Ngudi Sworo” dari Tegal Priyan Desa Baturetno.

Setelah itu dilakukan pembacaan doa oleh tokoh lintas agama dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banguntapan dan pemotongan tumpeng oleh Muspika terdiri Camat Drs Fatoni, Danramil Kapten (Inf) Haryono dan Kapolsek Kompol Suharno.

Kemudian tumpeng tersebut dikemas dalam takir dari daun pisang dan dibagikan kepada tamu yang hadir untuk melakukan kembul bujana (makan bersama).

Tiap takir berisi nasi gurih, suwiran ingkung ayam komplet dengan uba rampe seperti kedelai hitam goreng, sambel tumpang dan irisan ketimun serta kubis.

“Kegiatan ini adalah wujud  rasa syukur kami dan mangayubagya atas pelantikan yang telah dilaksanakan,” kata Camat Fatoni. Selain tentunya ini merupakan tradisi yang tetap dilestarikan masyarakat Banguntapan.

Nasi suwir dalam takir menu kenduri di Banguntapan. (sari wijaya/koran bernas.id)

Ketua Panitia Heru Priyatno SH MSi mengatakan, pada kenduri tersebut dihadirkan empat jenis tumpeng  yankni Buceng Slamet, Buceng Tulak, Buceng Kuat dan Buceng Robyong.

Ditambah tumpeng dari delapan desa se-Kecamatan  Banguntapan. Menurut Heru tiap tumpeng memiliki makna sendiri. Buceng Slamet sebagai wujud permohonan kepada Sang Pencipta agar masyarakat Banguntapan diberikan keselamatan.

“Tumpeng lain memiliki  simbol  agar tercipta masyarakat yang memiliki iman dan takwa yang kuat,  tercipta kesejahteraan atau sentosa serta kerukunan antarsesama,” kata Heru.

Secara keseluruhan  rangkaian kenduri itu juga untuk mendoakan para pemimpin di DIY yakni Sultan HB X dan Paku Alam X agar selalu diberi kesehatan dalam menjalankan tugas, masyarakat  DIY yang makmur dan tenteram. (sol)