Warga Cabut Dukungan Terhadap Tower Selular

715
Pondasi lokasi tower selular di Dukuh Ngalas RT 1/RW 4 Desa Jetis. Tim Pemkab Klaten menghentikan pembangunan tower selular karena masih ada permasalahan di lapangan. (Masal Gurusinga/koranbernas.id)

KORAN BERNAS.ID–Sejumlah warga Dukuh Ngalas RT 1/RW 4 Desa Jetis. Kecamatan Delanggu Klaten yang terdampak langsung pembangunan tower selular di desanya akhirnya mencabut dukungan. Dukungan dicabut, karena mereka merasa dibohongi.

“Waktu itu kata mereka, semua warga sudah setuju pembangunan tower selular, dan katanya tinggal saya yang belum setuju. Tetapi kenyataannya tidak. Karena masih ada beberapa warga yang menolak,” kata Shidik, salah seorang warga yang memiliki kebun di dekat lokasi pembangunan tower selular

Warga yang tinggal di Desa Segaran Kecamatan Delanggu itu menambahkan, pada dasarnya dirinya tidak mempersoalkan pembangunan tower selular di Dukuh Ngalas asalkan semua warga sekitar benar-benar sudah setuju.

Karena merasa dibohongi maka dirinya justru berubah pikiran dengan menolak pembangunan tower selular.

“Sudah tiga kali ada pihak yang menemui saya. Pertama Senin, kedua Selasa dan ketiga hari Kamis (19/04/2018). Mereka menanyakan sikap saya dan saya katakan tidak setuju,” terang Shidik saat dihubungi melalui telepon selularnya, Jumat (20/04/2018) pagi.

Sikap serupa disampaikan Joko Susilo, pemilik rumah yang hanya berjarak beberapa meter dari lokasi dibangunnya tower selular. Dirinya dengan tegas mengatakan tidak pernah menandatangani persetujuan pembangunan tower selular itu.

Rencana pembangunan tower selular di pekarangan rumah warga di Dukuh Ngalas RT 1/RW 4 Desa Jetis telah menimbulkan pro dan kontra. Warga yang menolak dikarenakan tidak adanya sosialisasi menyeluruh kepada warga terdampak.

Warga juga khawatir akan dampak negatif yang akan terjadi atas kehadiran tower itu. Namun tidak sedikit pula warga yang setuju karena bisa menerima kompensasi atas kehadiran tower selular.

Karena masih ada permasalahan di lapangan, Tim Pemkab Klaten menghentikan proses pembangunan pondasi tower. Tower selular itu rencananya dibangun setinggi 51 meter.

Sejak Tim Pemkab menghentikan pembangunan, ada pihak yang terus berusaha mencari dukungan warga. Tujuannya agar warga yang kemarin menolak bisa mengubah sikapnya untuk mendukung. Namun upaya ini buntu, karena sebagian warga tetap pada pendiriannya menolak pembangunan tower selular. (SM)