Warga Desa Ini Deklarasi Malu Buang Sampah

111
Fashion show hasil  daur ulang sampah karya warga Desa Karangtengah ditampilkan saat lomba desa tingkat Kabupaten Bantul, beberapa hari lalu. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Warga Desa Karangtengah Kecamatan Imogiri sangat serius menangani dan mengelola sampah di desanya. Bahkan Pemerintah Desa di bawah pimpinan Lurah Sugito telah membuat Peraturan Desa (Perdes) terkait penanganan sampah dan men-support dengan dana APBDesa.

Warga juga sudah mendeklarasikan malu buang sampah sembarangan, mendaur ulang sampah menjadi barang kerajinan maupun busana, mengelola empat bank sampah serta mengelola sampah menjadi kompos menggunakan komposter.

“Memang persoalan sampah ini secara serius kami tangani, agar sampah tidak menjadi momok yang menakutkan,” katanya. Dengan kegiatan penanganan sampah inilah Karangtengah menjadi indah, bersih dan sehat.

Keseriusan itu juga diwujudkan melalui pembagian 420 bak sampah se-Desa Karangtengah beberapa waktu lalu, pengoperasian tiga armada pengangkut sampah serta sudah ada Tim Pengelola Sampah Terpadu (TPST) di desa  tersebut.

Baca Juga :  Rayakan Idul Fitri dengan Guyub Rukun

Menurut Lurah Sugito, volume sampah di Karangtengah rata-rata sehari 30 kuintal dengan asumsi setiap orang menghasilkan sampah 0,5 kilogram dan jumlah penduduk 6.044 jiwa.

“Sampah yang masih bisa diolah kami olah, sedangkan yang berupa residu kami buang ke TPA Piyungan. Setiap hari ada armada yang mengangkut dan membuang ke sana,” katanya.

Dirinya berharap, upaya pengelolaan sampah secara serius dan masif akan mendukung sektor pariwisata yang kini tengah digenjot desa ini. Termasuk menjadi daya dukung wisata Bukit Hijau Bike Park yang diresmikan akhir tahun 2017.

Area yang juga dilengkapi camping ground itu dikelola oleh BUMDesa Karangtengah sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. (sol)

Baca Juga :  Panti Asuhan Muhammadiyah Miliki Gedung Baru