Warga Desak Pengembalian Fungsi Bendung Soko

166
Normalisasi Kali Trucuk dan kali Mlese di Klaten. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Sekitar 2 hektar sawah yang siap ditanami padi di Desa Pogung Kecamatan Cawas Klaten tergenang air akibat luapan Kali Mlese dan Kali Trucuk. Selain itu pemukiman warga di Desa Gombang Cawas ikut terendam air pada Selasa (14/11/ 2017) malam.

Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan meluapnya dua kali tersebut bukan karena hujan. Tetapi kiriman dari kawasan hulu Merapi dan Delanggu.

“Kemarin disini tidak hujan. Tapi kalau di hulu hujan pasti Pogung banjir akibat luapan Kali Mlese dan Kali Trucuk,”kata Kepala Desa Pogung Joko Windoyo, Rabu (15/11/2017)

Joko menambahkan meluapnya Kali Mlese dan Kali Trucuk yang mengalir ke Bendung Soko semakin diperparah dengan kondisi pintu air Bendung Soko Karangdowo. Di bendungan itu terdapat 4 pintu air namun hanya dua pintu air saja yang berfungsi.

Baca Juga :  LPG 5,5 Kg Tak Laku, Pangkalan di Jogonalan Mengeluh

Sedangkan 2 pintu air yang berada dipinggir tidak berfungsi karena dipintu air itu dipasang cor beton oleh warga. Jika hujan maupun banjir praktis tidak bisa dialiri air

Mengingat bencana banjir rutin tetjadi di Desa Pogung jika hujan turun, Pemdes Pogung meminta dinas terkait untuk mengembalikan fungsi awal Bendung Soko.

“Ya kembalikan Bendung Soko ke fungsi semula,” pintanya

Sementara itu kata warga meluapnya Kali Mlese dan Kali Trucuk terjadi pada Selasa malam sekitar pukul 20:00. Meluapnya kali karena kiriman sampah dari hulu.

Pada Rabu (15/11/2017) pagi, puluhan warga bersama relawan, TNI-Polri, BPBD Klaten, Bidang Sumber Daya Air DPU Penataan Ruang Klaten dan BSDA Bengawan Solo bergotong royong membersihkan kotoran yang menumpuk di aliran kedua kali itu

Baca Juga :  Target Retribusi di Pasar-pasar Gemuk Naik

Dengan mengerahkan satu unit alat berat excavator (backhoe) mini, proses membersihkan kotoran dilakukan hingga tengah hari. (SM)