Warga Evakuasi Korban dengan Alat Seadanya

229

KORANBERNAS.ID — Hujan lebat sejak Selasa (28/11/2017) hingga Rabu (29/11/2017) membawa dampak ambruknya tembok rumah milik Ny Sri Astuti (59), warga Dusun Pedes RT 03, Desa Argomulyo Sedayu Bantul, Rabu (29/11/2017). Saat kejadian Ny Sri sedang berada di dalam rumah dan tertimpa  reruntuhan tembok tersebut.

Mendapati rumahnya ambruk, pihak keluarga segera meminta pertolongan tetangga. Dengan dibantu aparat dari Polsek Sedayu, Ny Sri Astuti berhasil dievakuasi.

Namun sayang nyawanya sudah tidak bisa tertolong. Siang harinya jenazah ibu empat anak ini dimakamkan di pemakaman Hastonoloyo Dusun Pedes dengan diantar tetangga dan sanak keluarga.

Panit 1 Bhinmas Polsek Sedayu Iptu Agus Supraja SH mengatakan kejadian tersebut terjadi  pukul 01:30 di kala hujan mengguyur wilayah setempat. “Begitu ada laporan, petugas bersama masyarakat langsung melakukan evakuasi secara manual menggunakan alat seadanya,”  katanya.

Camat Sedayu Drs Fauzan Mu’arifin mengatakan masyarakat harus selalu waspada apalagi dalam cuaca ekstrem seperti saat ini. “Selain itu saya juga meminta masyarakat melakukan tindakan antisipasi terhadap potensi yang bisa muncul saat ini seperti adanya banjir, longsor, angin ribut dan pohon tumbang,” katanya.

Dia mengeluarkan Nawala Camat Sedayu II beberapa waktu lalu. Diantaranya isi Nawala mengundangkan agar masyarakat memotong dan merapikan pohon-pohon yang berpotensi roboh bisa terjadi hujan atau angin kencang. Antara lain  karena mulai lapuk,posisi miring atau sebab lain yang memungkinkan  bisa terjadi bencana.

“Saya juga meminta kepada masyarakat untuk memotong dan merapikan ranting-ranting atau dahan pohon yang ada di sekitar aliran kabel listrik dan kabel telepon yang menjorok ke arah jalan agar tidak menganggu pengguna jalan dan kendaraan utamanya yang berukuran besar,” katanya.

Warga juga diminta melakukan normalisasi Saluran Air Hujan (SAH) dan saluran irigasi yang tersumbat agar tidak ada genangan yang menyebabkan banjir.

Masyarakat diminta pula melakukan upaya mitigasi bencana meliputi penyediaan sarana dan prasarana, penguatan komunitas relawan dan FPRB maupun skenario mengatasi bencana lebih lanjut,melakukan optimalisasi PSN untuk memenuhi capaian target bebas angka jentik 100 persen dan  melakukan kegiatan secara rutin segala kegiatan itu dengan cara gotong royong. (sol)