Warga Kedungmiri Ingin Bangun Dusun

180
Pengurus IKAL Komisariat DIY menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Rumah Sugiyanto, Dukuh Kedungmiri, Desa Sriharjo,Kec Imogiri, Minggu (10/12/2017) sore. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Banjir bandang yang menerjang wilayah Bantul pada Selasa (28/11/2017) lalu, memporakporandakan rumah, sekolah, tempat ibadah, fasilitas umum , jembatan dan sendi kehidupan lainnya. Termasuk daerah yang paling parah adalah Dusun Kedungmiri, Desa Sriharjo.

Sugiyanto Dukuh Kedungmiri mengatakan berdasarkan inventarisir yang dilakukan untuk jumlah yang rusak total ada 15 rumah dan lainya rusak sedang dan ringan, total 70 rumah. Turut hanyut juga jembatan gantung yang menjadi ikon wisata di tempat tersebut.

“Kami ucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diserahkan para donatur kepada kami. Untuk sembako berdasarkan hitungan kami, masih mencukupi untuk 1,5 bulan ke depan. Begitu juga untuk bantuan peralatan sekolah, kami sampaikan banyak terima kasih, ini sangat bermanfaat,”kata Dukuh Sugiyanto usai menerima bantuan dari Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas (IKAL) Komisariat DIY, Minggu (10/12/2017) sore.

Penyerahan dilakukan oleh pengurus diantaranya DR Masroer Msi, Turino Junaedy dan Ust Hasyim Abdullah. Bantuan berupa sembako,kebutuhan bayi, seragam dan peralatan sekolah senilai Rp 27 juta.

“Selain bantuan tersebut, hal yang saat ini kami butuhkan adalah bantuan untuk membangun infrastuktur. Termasuk untuk bantuan memperbaiki rumah warga disini,”tambah Dukuh Sugiyanto. Dari 15 rumah yang rusak berat, baru dua yang mendapatkan bantuan. Selain itu dirinya juga berharap ada bantuan untuk penataan lingkungan yang porak-poranda dihantam banjir.

“Selama saya tinggal disini banjir besar baru dua kali, yakni tanggal 28 November lalu dan 30 tahun silam,”katanya.

“Kami juga saat ini membutuhkan dukungan untuk bantuan pertanian, karena puluhan hektar lahan disapu banjir menyebabkan kerugian yang besar,” katanya. Tidak lupa, untuk penataan kawasan pariwisata juga harus mendapatkan perhatian dari pihak terkait. Karena sebelum bencana tersebut, wilayah itu menjadi salah satu destinasi wisata dan masyarakat banyak yang menggantungkan pencaharian dari sana. Seperti berjualan batu akik, makanan, minuman ataupun souvenir yang lain.

Sementara Dr Masroer mengatakan IKAL terbentuk di DIY setahun silam. Mereka selama ini banyak menggelar kegiatan terkait penanaman nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air.

“Hari ini yang lami lakukan adalah wujud nyata dari cinta tanah air dan kepedulian kepada sesama. Kami berharap ini bisa bermanfaat bagi mereka yang menerima,”kata Dr Masroer. Adapun sumber bantuan sendiri berasal dari alumni IKAL yang jumlahnya sekitar 100 orang di wilayah DIY. (yve)