Warga Klaten Beramai-ramai Daftarkan Sertifikat Tanah

1002
Sosialisasi PTSL 2018 di aula kantor Kepala Desa Pasung Wedi Klaten, Rabu (07/02/2018).(masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Program Pendaftaram Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) atau lebih dikenal dengan prona di Kabupaten Klaten disambut antusias warga. Terbukti animo masyarakat untuk ikut program itu sangat tinggi meski ada yang bertanya-tanya apakah program tersebut pakai biaya atau gratis.

“Tetap ada biaya yang harus ditanggung pemohon. Seperti misalnya pasang patok, pembelian meterai untuk kelengkapan administrasi,” kata Agus Abdul Cholil, Staf Kantor Agraria Tata Ruang/BPN Klaten pada sosialisasi program PTSL 2018 di aula Kantor Kepala Desa Pasung Wedi, Rabu (07/02/2018).

Dijelaskan, Kantor ATR/BPN Klaten pada PTSL 2018 ditarget 33 ribu bidang sertifikat, termasuk tambahan 3 ribu bidang. Adapun tanah yang bisa disertifikatkan adalah tanah yang masih letter C dan belum pernah disertikatkan.

Mengingat pentingnya sertifikat tanah tersebut, menurut Agus maka pemohon harus benar-benar melengkapi semua berkas yang dibutuhkan. Seperti misalnya letter C yang masih atas nama orang tua sementara ahli waris kini tinggal berpencar.

Untuk memperlancar program PTSL tersebut pihak ahli waris yang tinggal di Desa Pasung sesegera mungkin memberitahu ahli waris lainnya. Sebab jika ada satu berkas yang masih belum lengkap tentu akan mempengaruhi proses di satu desa itu.

Agus Cholil menambahkan di Kabupaten Klaten sebagian besar tanahnya sudah bersertifikat. Tercatat sekitar 85 hingga 90 persen tanah di daerah ini telah bersertifikat. PTSL 2018 ditargetkan selesai bulan Desember 2018

Sementara itu Kepala Desa Pasung Sumarsono menjelaskan sebagian besar sawah di wilayahnya telah bersertifikat. Yang belum bersertifikat seperti tanah kebun dan tanah kas desa. Diharapkan melalui PTSL 2018 seluruh tanah diwilayah Desa Pasung telah bersertifikat. (yve)