Warga Laporkan Pemasangan Listrik di Tower Selular

206
Tower Selular di Dukuh Ngalas RW 4 Desa Jetis Delanggu Klaten yang disegel petugas Satpol PP Pemkab Klaten pada 11 Mei dan 26 Juni 2018. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sejumlah warga Desa Jetis Kecamatan Delanggu Klaten melayangkan surat pemutusan jaringan di tower selular di Dukuh Ngalas RW 4 Desa Jetis yang disegel petugas Satpol PP Pemkab Klaten, Selasa (26/06/2018).

Warga beralasan tower itu bermasalah dan telah disegel petugas sebanyak dua kali. Karenanya, jika ada pihak yang nekat melaksanakan aktivitas di tower itu maka petugas Satpol PP diminta tidak tinggal diam dan segera melaporkannya ke polisi.

“Petugas Satpol PP menyegel tower dengan memasang pita pada pagar keliling tower serta menggembok boks meteran listrik pada tanggal 26 Juni siang hari. Tetapi sore harinya listrik di tower itu sudah menyala. Malam harinya kami kirim surat ke PLN Cabang Delanggu untuk diputus dan PLN benar-benar memutus jaringan,” kata Sugeng Prayitno, tokoh warga Desa Jetis, Jumat (29/06/2018).

Sugeng curiga jaringan listrik itu bisa dipasang ke tower selular karena adanya keterlibatan sejumlah pihak termasuk oknum BTL. Namun dia juga mengapresiasi langkah cepat PLN yang segera memutus jaringan setelah menerima surat dari warga Desa Jetis.

Keprihatinan serupa disampaikan tokoh masyarakat Desa Jetis, Daryadi. Kepada wartawan, dia mengatakan seharusnya perusahaan tidak buru-buru mendirikan tower apalagi di tengah permukiman warga.

Baca Juga :  BPNB DIY Gelar Lomba Komik Sejarah

“Lengkapi dulu semua izin yang dibutuhkan. Jadi jangan langsung bangun. Kalau terjadi apa-apa bagaimana,” jelasnya

Sebelumnya, Kepala Satpol PP Sugeng Haryanto dan Kabid Penegakan Perda (Gakda) Poniman mengatakan pihaknya telah melayangkan surat penghentian aktivitas tower kepada PT Persada Sokka Tama karena melanggar dua perda.

Surat tertanggal 22 Juni 2018 itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyegelan kedua pada 26 Juni 2018. Jika di lapangan tetap ada aktivitas di dalam lokasi yang telah disegel maka Satpol PP menilai itu sebagai perbuatan pidana.

Menanggapi langkah warga Jetis yang mengirim surat pemutusan jaringan ke PLN? Poniman melalui pesan singkat SMS mengatakan mestinya listrik di tower selular belum bisa menyala karena meteran di boks juga kemungkinan belum berfungsi dan boksnya juga digembok.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Jetis Rudy Purwanto merasa prihatin atas kondisi wilayahnya yang tidak kondusif pasca-kehadiran tower selular. Namun dirinya akan selalu bersikap adil menyikapi adanya warga yang pro dan kontra.

Baca Juga :  Tim Angkasa Pura Disambut Kentongan Tanda Bahaya

“Saya prihatin. Sebelum ada tower itu wilayah kami kondusif. Tapi sekarang malah terpecah. Saya hanya minta warga agar bersikap bijaksana dan dewasa dalam menyikapinya,” pinta Rudy.

Rudy mengakui dirinya pernah mengeluarkan surat keterangan kondisi di lapangan untuk sementara tidak ada gejolak. Surat keterangan itu dia terbitkan beberapa saat setelah petugas Satpol PP melakukan penyegelan pondasi pada 11 Mei 2018.

Akan tetapi karena di lapangan ternyata masih ada gejolak karena pembangunan ternyata jalan terus, Rudy Purwanto kemudian menerbitkan surat susulan ke Satpol PP pada tanggal 11 Juni 2018 tepatnya pada saat cuti bersama libur lebaran.

“Surat yang pertama dulu menginformasikan petugas Satpol PP kalau untuk sementara tidak ada gejolak di wilayah. Tetapi saya kirim surat susulan pada saat hari pertama cuti bersama libur lebaran memberitahukan ternyata di lapangan masih ada gejolak,” jelas Rudy.

Sebelumnya, Kabid Kominfo Dinas Kominfo Klaten Totok Gantoro menjelaskan tim pemkab telah menghentikan pembangunan tower selular di Dukuh  Ngalas Desa Jetis Delanggu karena masih ada permasalahan di lapangan. (sol)