Warga Menolak Sosialisasi Izin Tambang

497
Perwakilan PT Kulonprogo Bumi Sejahtera melakukan presentasi di hadapan warga Desa Krendetan di Balai Desa Krendetan Kecamatan Bagelen, Purworejo, Rabu (20/12/2017) siang. (hery priyantono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – PT Kulonprogo Bumi Sejahtera (KBS) yang berencana melakukan sosialisasi perizinan Penambangan Galian C di wilayah Desa Krendetan Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo Jawa Tengah, ditolak warga setempat.

“Kami mencoba mengajukan izin untuk penelitian batu andesit di wilayah Desa Krendetan Kecamatan Bagelen. Karena sebelumnya kami tidak tahu di mana itu Desa Krendetan,” jelas Ratna, Direktur PT KBS di hadapan puluhan warga di Balai Desa Krendetan, Rabu (20/12/2017) pagi.

Ratna mengaku pernah diundang makan pagi oleh Bupati Purworejo, Agus Bastian. “Suatu hari saya pernah diundang makan pagi oleh Bupati Purworejo untuk menjelaskan tentang rencana bisnis tambang material saya di Purworejo,” jelasnya.

Kepala Dusun Nadri, Edi Santoso (berdiri) mengungkapkan penolakan warganya atas rencana penambangan oleh PT KBS. (hery priyantono/koranbernas.id)

Sosialisasi penelitian batu andesit di Balai Desa Krendetan itu dihadiri pula sejumlah pejabat Muspika Bagelen. “Kami datang ke sini untuk kulanuwun, apakah boleh kami melakukan penelitian,” ucap Ratna.

Baca Juga :  The Ambarrukmo Siap Gelar Wedding Exhibition

Hal yang sama diungkap Adia, perwakilan dari Balai ESDM Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Dia menyampaikan ini adalah sosialisasi yang dilakukan oleh PT KBS untuk meminta izin warga.

“Mereka sudah mendapatkan izin atau IUP eksplorasi, sehingga langkah selanjutnya adalah sosialisasi kepada warga pemilik lahan,” terang Adia.

Rencana PT KBS yang akan melakukan penambangan di lahan warga seluas 37, 09 hektar, langsung dijawab dengan tegas oleh Kepala Dusun Nadri, Edi Santoso (37).

“Mohon maaf, daripada pihak perusahaan sudah terlalu jauh dan susah-susah mengurus ini itu, mendingan urungkan saja niat Anda. Karena kami, semua warga menolak adanya penambangan,” papar Edi Santoso disambut tepuk tangan warga yang memenuhi balai desa.

Baca Juga :  RS Mata “Dr YAP” Buka Layanan Pendaftaran Online

Sebelumnya, pada 1 Desember 2017 juga ada calon penambang yang datang melakukan sosialisasi dengan warga Desa Krendetan. “Mereka pun sama, lebih dulu kami tolak. Silakan tanya kepada warga yang lain, apakah benar mereka menolak jika lahannya akan ditambang,” sergah Edi. (sol)