Warga Miskin Kebanjiran Bantuan Sosial

390
Ratusan penerina dana bantuan sosial PKH, Sabtu (23/09/2017) di Kebume menerima motivasi dari Mensos Khofifah Indar Parawansa (nanang wh/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Warga miskin di Kabupaten Kebumen kebanjiran bantuan sosial dari pemerintah. Bentuk bantuan dari uang tunai, subsidi pembelian beras medium, hingga perbaikan rumah tidak layak huni. Bantuan itu bersumber dari Kementerian Sosial dan Pemkab Kebumen.

Bantuan yang didapat terbanyak dari Kementerian Sosial. Selama setahun bantuanmencapai Rp 253 miliar atau setara lebih dari 10 persen nilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (ABPD) Kabupaten Kebumen periode yang sama tahun 2017.

Hal itu terungkap ketika kunjungan kerja Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Kebumen, Sabtu (23/09/2017). Bantuan sosial yang nilainya Rp 1,89 juta tiap keluarga diberikan kepada 48.064 keluarga miskin di Kabupaten Kebumen yang berasal dari Program Keluarga Harapan (PKH).

Keluarga muda menerima non tunai setahun untuk konsumsi bahan makanan peningkatan gizi anak dan kebutuhan sekolah serta non biaya pendidikan. Di Kebumen program PKH nilainya setahun mencapai Rp 90,8 Miliar.

Khofifah mengatakan, sistem penyaluran bantuan dana PKH tahun 2017 yakini setiap keluarga penerima bantuan menjadi nasabah Bank BNI. Mereka mendapat buku tabungan dan kartu debet.

Karena itu, jenis bantuan disebut bantuan non tunai. Model penyaluran semacam itu mengurangi antrean pengambilan karena bisa diambil di outlet BNI.

“Ibu-ibu, uang PKH tidak boleh untuk beli pulsa atau rokok, “ kata Khofifah ketika berdialog dengan ratusan ibu ibu penerima bantuan dana PKH.

Ditambahkan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Hary Hikmat tahun 2018 keluarga peserta PKH bertambah 20.951 keluarga.

“Sehingga menjadi 69.015 keluarga penerima bantuan dana non tunai PKH,“ katanya.

Seorang penerima dana PKH, Pujiatun (32), warga Desa Krakal, Kecamatan Alian, Kebunen mengaku tidak mengalami kesulitan untuk mengambil dana PKH. Sudah dua kali dana PKH diambil. Besar dana tiap pengambilan tiga bulan sekali paling banyak Rp 450.000.

Kepada koranbernas.id, Pujiyatun mengatakan bantuan itu untuk membeli makanan dan susu formula untuk anak balitanya.

“Ya tidak boleh untuk beli pakaian,“ kata Pujiyatun. (yve)