Warga Pedukuhan Kalipenten Gempar

226
Petugas dan warga mengevakuasi jenazah Poniman. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Warga Pedukuhan Kalipenten Kaliagung Kecamatan Sentolo, Selasa (17/10/2017) pagi, gempar. Mereka menemukan sosok mayat bertubuh gempal terapung di selokan kecil sedalam 50 senti.

Mayat tersebut dalam kondisi telentang mengenakan kaos putih merah dan celana pendek abu-abu. Temuan itu kemudian dilaporkan ke Polres Kulonprogo.

“Begitu ada laporan langsung dilakukan pemeriksaan di TKP. Kita melihat mayat masih di dalam parit,” ungkap Iptu Seimiyono, Perwira Siaga Polres Kulonprogo.

Mayat tersebut langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD Nyi Ageng Serang untuk dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Polisi tidak menemukan luka di bagian tubuh mayat.

Informasi penemuan mayat ini tersebar di masyarakat. Belakangan diketahui mayat tersebut adalah warga Pedukuhan Jambon Donomulyo Kecamatan Nanggulan, bernama Poniman (35).

“Tadi memang ada beberapa warga yang mengenali wajah mayat tersebut sehingga langsung kami panggil pihak keluarganya,” ungkap Iptu Seimiyono, Perwira Polres.

Diperoleh keterangan Poniman (35) warga Pedukuhan Jambon Donomulyo Kecamatan Nanggulan ini sudah lama menderita epilepsi.

Menurut Musmin (65) salah seorang kerabat korban ketika ditemui di kamar jenazah RSUD Nyi Ageng Serang, Poniman memang mengidap penyakit epilepsi sejak lama.

“Dia kerap kambuh. Kejadian seperti ini bukan yang pertama kali. Tapi kali ini agaknya kambuh dan jatuh di selokan nggak ada yang tahu dan akhirnya meninggal,” ungkap Musmin. (sol)