Warga Protes Pembangunan Jalan Kampung Panglon

591
Jalan di Kampung Panglon Desa Gumulan yang terhenti pembangunannya. Timbunan material dan galian yang menganga membahayakan pengguna jalan. (masal gurusinga/harianbernas.id)

KORAN BERNAS, ID–Proyek pembangunan jalan desa di Kampung Panglon, Desa Gumulan, Kecamatan Klaten Tengah menuai protes warga. Pasalnya sudah lebih dari 3 pekan proyek itu terhenti, sementara timbunan material masih menumpuk di kanan kiri jalan. Tidak hanya itu, galian di kanan kiri jalan juga dibiarkan menganga sehingga membahayakan pengguna jalan yang sedang melintas.

Informasi yang dihimpun dari warga menyebutkan, proyek pembangunan jalan kampung itu murni dibangun desa dengan anggaran Rp 115 juta dari dana desa. Pada awal pelaksanaan kegiatan memang berjalan lancar namun bebrapa pekan ini terhenti.

“Kami tidak tahu soal proyek ini mas. Silahkan tanya saja kepada Bu Lurah (Kepala Desa Gumulan). Tapi kalau pagi begini kelihatannya Bu Lurah belum ngantor,” kata warga sekitar proyek saat ditemui, Jumat (04/08/2017) pagi.

Baca Juga :  Merapi Kembali Erupsi, Ketinggian Asap 2.000 Meter

Warga juga mengakui terhentinya proyek itu sangat mengganggu warga yang sedang melintas. Sebab timbunan material di kanan kiri jalan serta galian yang menganga membahayakan pengguna jalan.

Senada diungkapkan anggota BPD Desa Gumulan, Badrus. Kepada koranbernas.id dia mengatakan pada awal musrenbangdes (musyawarah perencanaan pembangunan desa) beberapa waktu lalu, kegiatan tersebut hanya pengaspalan jalan dan bukan pelebaran dan pengaspalan jalan. Namun saat mulai dkerjakan yang dilakukan justru pelebaran jalan.

“Masyarakat sudah pernah sowan Bu Lurah untuk melanjutkan proyek. Tapi oleh Bu Lurah dijawab akan dipikirkan. Sampai sekarang proyeknya terhenti,” ujar Badrus yag tinggal di pinggir jalan yang dibangun.

Proyek tersebut kata dia, anggarannya dari desa senilai Rp 115 juta. Warga berharap  jalan itu segera dirampungkan agar tidak mengganggu pengguna jalan yang setiap hari lewat jalan itu.

Baca Juga :  Jemput Sultan, Jokowi Cicipi Cenil dan Lupis

Selain jalan yang terhenti, Badrus yang anggota BPD Desa Gumulan Bidang Pemerintahan mempertanyakan pembangunan kios-kios di samping masjid di depan rumah Kepala Desa Gumulan. Menurut dia, pembangunan kios itu juga tidak diketahui BPD namun tiba-tiba sudah berdiri.

Sementara itu ketika hendak dikonfirmasi, Kades Gumulan Hj Yuliani belum datang. “Bu Lurah belum datang, coba nanti kesini lagi atau ke rumahnya saja,” kata perangkat desa. (sm)