Warga Rejosari Butuh Air Bersih

265
Dukuh Rejosari, Didik Katoris bersama Bhabin Desa Srimartani Bripka Anwar Yasin menunjukkan tandon air milik warga, Jumat (06/10/2017) sore. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Sejumlah 150 kepala keluarga (KK) atau sekitar 500 jiwa warga Dusun Rejosari Desa Srimartani Bantul saat ini mengalami kekurangan air bersih. Utamanya mereka yang tinggal di dataran tinggi yakni RT 07 dan RT 01.

Saat koranbernas.id mengunjungi wilayah tersebut bersama Dukuh Rejosari, Didik Katoris dan Bhabinkamtibmas Desa Srimartani, Bripka Anwar Yasin, Jumat (06/10/2017) sore,  memang lokasi Dusun Rejosari berada di dataran tinggi.

Sumur juga tidak ada di tempat ini, mengingat sebagian wilayah adalah pegunungan berbatu sehingga sulit untuk dibuat sumur  seperti umumnya orang membangun rumah.

Untuk kebutuhan air, warga mengandalkan mata air dari belik kecil di dekat pedukuhan yang disedot ke penampungan air. Barulah dengan menggunakan paralon, air tersebut dialirkan ke rumah-rumah warga.

“Namun air tersebut tidak mencukupi untuk seluruh warga Rejosari. Dari 270 KK, yang mengalami kekurangan suplai air ada 150 KK,” kata Didik.

Baca Juga :  Tim Shell Eco-Marathon Jangan Seperti Generasi Stroberi

Warga pun mengupayakan dengan cara lain untuk memenuhi air bersih, seperti membuat belik (sumber air-red) kecil secara swadaya ataupun membeli air ke PDAM  Bantul ataupun Sleman. Untuk setiap 1 meter kubik, warga membeli Rp 10.000.

“Sementara bantuan menggunakan mobil tangki belum pernah ada. Karena memang kami tidak memiliki bak penampungan yang cukup,” katanya. Begitu pun bak komunal mereka belum memiliki.

Didik berharap kondisi ini menjadi perhatian pemerintah dan pihak berwenang. Warga berharap, ada upaya menarik air dari sumber di Wanujoyo yang tidak pernah mengering airnya.

Selama ini sumber Wanujoyo hanya untuk mengairi wilayah Sanansari dan jumlahnya masih melimpah.

“Seumpama bisa ditarik ke Rejosari tentu ini adalah solusinya,” kata Didik. Hanya saja usulan tersebut belum pernah mendapat respons seperti diharapkan, kendati sudah diusulkan beberapa kali di Musrenbang.

Baca Juga :  Ratusan PKL Jogja Tak Mau Terseret Politik

Didik mengakui untuk menarik air dari Wanujoyo ke Rejosari sejauh hampir 4 kilometer tidak mudah dan biayanya sangat besar.

Jika dihitung sekitar Rp 400 juta-Rp 500 juta. Dana tersebut untuk pembelian pompa air setidaknya 2 unit hingga 3 unit agar bisa dinyalakan bergantian. Serta kebutuhan instalasi.

“Kami berharap sekali ada program Pamsimas agar persoalan ini terpecahkan,” katanya.

Senada, Carik Desa Srimartani Eko Herri Purwanto SPsi mengatakan wilayah Rejosari memang masih membutuhkan air.

“Untuk sekadar kebutuhan memasak dan konsumsi cukup. Namun untuk kebutuhan lain memang masih kurang,” katanya.

Untuk itulah dia berharap persoalan kekurangan air yang selalu terjadi setiap musim bisa dicarikan solusinya  (sol)